apakah yang dimaksud berpikir maju?
barangkali ada yang mengartikan berpikir maju artinya berpikir ke depan, sadar bahwa semakin ke depan kebutuhan makin banyak, lalu semakin giat bekerja, mengumpulkan banyak penghasilan, lalu makin kaya sehingga makin kaya. ada juga berpikir maju yang berarti melepaskan segala hambatan mental di masa lalu, tidak perlu lagi merasa malu, takut dan ragu-ragu. berani mencoba hal baru, menjadi kreatif dan inovatif. pendapat pertama misalnya jadi karyawan yang suka lembur dan gila kerja. contoh pendapat kedua adalah artis baru yang terus berusaha hingga buka-buka aurat, suka mencari sensasi sehingga berubah drastis dari awalnya hingga mengejutkan masyarakat.
berpikir maju itu ke mana ujungnya?
kalau melihat fakta sekarang, kiblatnya adalah negara-negara yang dianggap maju dan modern. misalnya amerika, inggris, perancis, korea, jepang dan sebagainya. negara-negara itu dipuja sebagai negara dengan kemajuan teknologi, pendapatan ekonomi tertinggi, masyarakat pusat media massa dunia (pusat perhatian dunia) dsb.
padahal sebenarnya tidak demikian. kalau kita pikirkan, kalau berpikir itu berpikir ke depan ke masa depan yang jauh, berpikir jangka panjang, menengah dan pendek. masa depan apakah yang paling panjang? paling jauh dan paling ke depan? apakah tujuan akhir dari semua ini?
bagi setiap muslim tentu adalah akhirat kan?
jadi berpikir yang paling maju bagi setiap muslim adalah akhirat. mereka sadar hidup mereka pasti mengarah ke sana. tujuan hidup mereka adalah untuk beribadah kepada Allah. ibadah tidak hanya ibadah mahdhah seperti sholat, puasa, zakat, haji dsb. hidup sesuai syariat Islam juga termasuk ibadah. ada syariat Islam yang mengatur cara bekerja, bergaul dsb. menuntut ilmu juga ibadah.
jadi di dalam Islam hidup itu isinya tidak hanya bekerja. ada waktunya ibadah mahdhah, ada waktunya mengaji, mengurus keluarga. istirahat pun bisa dihitung ibadah jika diniatkan menjalankan perintah Allah -- tubuh juga perlu istirahat -- supaya dapat bekerja lagi. jangan lupa ada kewajiban berdakwah, kewajiban berbakti kepada orang tua, saling membantu dengan muslim yang lain.
oleh karena itu hidup yang sesuai Islam itu bukan hidup yang isinya bekerja terus. bekerja terus membuat stress dan tidak bahagia kalau tidak dinikmati. hidup juga perlu istirahat dan warna-warni yang lain. dengan begitu hidup manusia akan bahagia dan bisa dinikmati. hidup yang seperti itu yang layak disyukuri dan dijalani, selama dalam ridla Ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar