seorang gadis muda sedang duduk di sebuah kafe. dia seorang gadis berkulit putih mulus. gadis itu memiliki rambut sebahu berombak dengan senyuman manis. gadis itu mengenakan gaun tanpa lengan berwarna biru cerah dan rok sepaha.
gadis itu duduk di kursi kayu berkaki empat bersandaran. kursi kayu itu bergaris-garis vertikal dari kayu di sandaran dan dudukannya.
gadis itu meletakkan kedua tangannya di meja bundar. ya, gadis itu menghadap meja bundar. di tengah meja menjulang tiang berwarna putih menyangga kanopi. meja itu memiliki kanopi seperti payung di atasnya. kanopi itu besar hingga mampu menaungi delapan orang mengelilingi meja bundar.
kafe itu buka di tepi jalan. di tepi jalan itu kafe itu memiliki beberapa meja berpayung dan kursi-kursi kayu. tidak hanya ada satu. ada delapan, sepuluh lebih meja bepayung dengan masing-masing dikelililingi kursi kayu. kafe itu berada di pojokan area pertokoan. toko-toko menghimpitnya. di antaranya toko pakaian, toko tas, dompet, perhiasan dan lain-lain.
saat ini pukul lima sore. langit mulai gelap. gadis berambut berombak itu asyik bermain dengan smartphone-nya. dia sibuk membuka aplikasi media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan line. dia membaca berita terbaru dan status teman-temannya. tak lupa ia chatting dan memberikan komentar. sesekali ia tertawa kecil membaca status dan balasan mereka.
gadis itu tidak sedang menganggur atau buang-buang waktu di sana. dia sedang menunggu janjian dengan teman-temannya. mereka sudah berencana akan nonton film bareng. kemudian mereka janjian kalau akan berkumpul di kafe baru kemudian bersama-sama ke bioskop. mereka janjian akan datang pukul enam sore tapi gadis itu sudah datang pukul lima.
gadis yang mirip Merry Riana muda itu mengirimkan pesan kepada teman-temannya,”guys, jangan lupa! nanti kita ketemuan jam enam ya?”
“oke.” balas mereka.
kini gadis itu tinggal menunggu kedatangan mereka untuk memastikan janji mereka dan rencana nonton bareng film baru itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar