Sabtu, 16 Februari 2019

pejuang tunggal



malam ini malam minggu. malam minggu adalah malam biasanya anak-anak muda pacaran. bisa di alun-alun, taman kota, mall, kafe dll. aku nggak melakukan hal-hal seperti itu. aku di warnet saja. aku lebih suka begini saja daripada yang lain. toh aku juga nggak punya siapa-siapa untuk di ajak jalan.

saat ini usiaku sudah 29 tahun. umur segitu pantasnya sih sudah bukan lagi punya pacar, tapi sudah nikah bahkan ada yang sudah punya anak. dulu waktu aku 3 tahun ada banyak teman yang nikah. maklum cewek. cewek emang duluan. lalu saat 25 tahun ada beberapa teman cowok yang nikah. saat 27 tahun sudah banyak yang nikah. tinggal aku sendiri.

meskipun begitu aku tidak menyesal atau meratapi nasib. aku justru sedikit merasa bangga. kenapa? karena berarti aku telah berhasil bertahan menjadi pejuang tunggal, pejuang yang mampu bertahan hidup tanpa cinta. dulu waktu membahas valentine, aku menantang secara imajiner kepada anak-anak muda," bisa nggak kalian bertahan hidup tanpa cinta? tanpa pacaran dan wanita?"

ada kutipan dari film transformers: dark of the moon. begini kutipannnya: "jalan hidup seorang pejuang sangatlah sunyi." itulah yang kuhayati. itulah yang kujalani selama ini.

saat itu kulihat anak-anak muda yang dipikirkan cuma pacaran mulu. setiap hari ketemu cewek, lalu mikir bagaimana mendekatinya. lalu setelah jadian yang dipikirkan pacar lagi. saat putus begitu sedih, galau patah hati, nangis, merengek-rengek biar balikan, gak bisa move on. bahkan ada yang jadi posesif untuk mendapatkan cintanya kembali. di sisi lain ada yang patah hati karena diputus sampai bunuh diri. lemah sekali mereka itu! mereka tak bisa hidup tanpa cinta, padahal sebelum mengenal cinta (pacar mereka) selama ini mereka tetap bisa hidup.

ada juga yang aku syukuri dari keadaanku sekarang. yaitu aku tidak perlu ribet-ribet pusing mikirin apa yang ada di pikiran cewek. cewek maunya apa, sedang mikirin apa, perasaannya gimana. buat yang pacaran nanti kalau nge-date harus jaga penampilan, jaga sikap (jaim gitu), lalu nanti bayarin makan, belanja, baju, dll. sama, yang udah nikah juga harus bayarin gitu. terus mereka pusing mikirin itu. uang mereka banyak terkuras habis untuk sesosok bernama wanita.

bukannya aku bilang salah. itu memang konsekuensi pilihan masing-masing. tapi maksudku kalau tak mampu tak perlu dipaksakan. kalau bisanya ngasih sedikit kasih aja seadanya. nggak perlu sampai ngutang sana-sini buat kencan. kalau ceweknya matre, tinggalin aja. ogah sama cewek matre.

semua ini buat hiburanku sendiri saja. bukan berarti aku tidak suka cewek, tidak suka cinta, tidak ingin menikah lalu mau hidup sendirian selamanya. aku juga ada keinginan untuk ke sana. aku juga sedang berusaha, tapi semampuku. tak perlu dipaksakan. ini hanya pikiranku untuk menenangkan diriku saja. kalau nggak begini aku bisa galau juga, dibilang jones tujuh tahun lebih.

sebagaipenenang, keadaan ini adalah yang terbaik juga bagiku. jujur saja, aku masih belum tahu cara menghadapi cewek. aku adalah seorang pendiam, pemikir, dan introvert. kalau dibilang culun silakan aja soalnya aku bukan tipe cowok gaul dan populer. aku terus diam, mengamati, berpikir baru bericara.  gini, ada 2 pilihan:

1). pacaran. pilihan ini haram. aktivitas apapun di dalamnya adalah buang-buang waktu, tenaga, pikiran dan uang. semua itu akan ditanyai nanti di akhirat. siapkah kamu menjawabnya saat ditanyai di akhirat nanti? siapkah kamu menghadapi siksa-Nya?

2). nikah. pilihan ini halal. aktivitas di dalamnya adalah ibadah yang dibalas surga. tentu saja banyak yang mendukung aku ke sini tapi aku belum berangkat juga. karena masalahnya aku belum memahami kehidupan keluarga.

  • aku masih belum bisa memahami wanita.

  • aku masih belum memahami arti kehidupan.

  • aku masih belum memahami bagaimana mengurus rumah tangga.

  • aku masih belum memahami bagaimana bersikap terhadap keluarga mertua, saudara ipar, keponakan.

  • aku masih belum bisa bersikap di masyarakat.

  • aku masih belum cukup dewasa.

  • aku masih belum punya bekal kecakapan hidup.

  • aku masih belum bisa menjadi pribadi suami yang solih, yang bisa diandalkan dan dibanggakan.

  • aku masih belum punya bekal materi yang cukup, bahkan walau untuk sekedar membayar biaya mahar dan walimah.


itulah kenapa sampai saat ini aku belum berangkat mencari pasangan hidup. aku juga belum berikhtiar mencari jodoh.

aku nikmati saja hidup ini. bermain saja sambil mengisi waktu menunggu waktu yang tepat. aku bukannya diam saja. selama ini aku juga berusaha mencari bekal, memantaskan diri, mengumpulkan syarat-syarat kehidupan yang aku butuhkan dalam kehidupan berkeluarga nanti supaya menjadi lebih baik. tunggu saja. sampai saatnya tiba nanti, sampai semua rencanaku terpenuhi aku akan tampil. au akan tunjukkan siapa istriku dan apa saja yang sudah kulakukan selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar