
ada salah satu lagi dari AKB48 yang bikin sedih tapi menyentuh sekali. aku gak boleh melupakannya karena kenangan itu berkaitan dengan kenangan masa sekolahku walaupun masa sekolahku nggak sama dengan AKB48. maksudku lagu itu memberikan kesan bagiku tentang perpisahan, perpisahan sekolah di zamanku lulus sekolah. aku ceritakan seperti ini:
aku adalah seorang cewek rambut panjang tinggi seperti Kojiharu AKB48. aku berlari melewati trotoar menuju sekolah langsung ke kelasku.
"aku terlambat!" ujarku. aku langsung membuka pintu kelas.
"maaf! aku terlambat!" seruku. tapi tak ada suara. aku melihat sekeliling.
seisi kelas kosong. tak ada anak-anak yang biasanya sudah memenuhi kelas. tak ada guru yang menatapku dengan tatapan aneh atau marah. semua kosong.
"oh, ya." aku baru ingat. kemarin sekolah sudah mengadakan perpisahan. berarti hari-hari sekolahku di sekolah ini sudah berakhir. takkan ada lagi pelajaran lagi. takkan ada PR atau ujian lagi. aku takkan dibebani apapun lagi. sekarang aku bebas kemanapun aku pergi. bisa ke kantin kapanpun.
aku terduduk di bangku. aku menangkupkan kedua tanganku di meja meletakkan kepalaku di sana menunduk.
"hahaha ..." betapa bodohnya aku, melupakan hari kemarin lalu sampai berlari-lari ke sekolah hari ini.
tapi aku lalu menangis. air mataku menetes. kelas ini sudah menjadi sepi secepat ini. padahal kemarin-kemarin masih ramai. Ana, Lusi, Hesti, mereka biasanya bercanda di dekat papan tulis. lalu Hesti tertawa cekikian. ada cewek lain yang sibuk baca novel yang lain. ada anak-anak cowok yang menyanyi-nyanyi sendiri. mereka begitu pedenya mengeraskan suara mereka.
cepat sekali mereka meninggalkan kelas ini, melupakan apa saja yang sudah terjadi. padahal sudah setahun kita semua bersama. hanya karena upacara perpisahan kemarin mereka meninggalkan kelas ini, melupakan kelas ini seakan semuanya tak pernah terjadi.
"aku tidak terima!" teriakku.
Divina muncul di pintu kelas. dia berdiri menatapku sedih. dia berambut pendek seperti Yuko Oshima di video klip AKB48 sakura hanabiratachi.
"Divina." panggilku.
Divina mendekat. aku memeluknya. dia mendekapku dalam dadanya dibalut seragam sekolah.
"kamu masih pingin di sini, ya?" tanya Divina.
aku mengangguk.
"kamu juga?" tanyaku.
dia juga menganggukan kepala. air matanya mengalir juga. dia berusaha mengusapnya, mendongak mengalihkan pandangan.
"mari keluar!" ajaknya.
kami keluar. kami berjalan menuju halaman luar yang luas. di sana ada dua ayunan. kami duduk di ayunan tersebut.
"nggak apa-apa kalau kamu nggak ingin pergi. itu tandanya kamu benar-benar mencintai kelas ini, teman-teman, guru dan sekolah ini. memang wajar kalau kita semua masih ingin di sini. aku dan teman-teman pun masih merasakan hal yang sama." kata Divina.
aku nggak bisa berpikir apa-apa lagi.
"yang penting ingatlah terus teman-teman dan kenangan dan semua yang telah kita alami dan kita lalui di dalam hati. kita tak bisa melawan waktu. kita pun ingin melangkah maju. cukup hanya dengan tak melupakan mereka semua, teman-teman akan bahagia. kalau kelak ada kesempatan lagi kita akan bersua."kata Divina.
aku mengusap air mataku, berusaha melukis senyum padanya, sahabat terbaikku yang diambang perpisahan. aku menatap sekeliling. halaman yang biasanya cerah oleh anak-anak yang berlarian waktu olahraga kini menjadi suram padahal matahari masih sama terangnya, tanpa mendung atau hujan. semua tinggal kenangan.
"yuk!" Divina menarik tanganku.
kami berjalan bersama melintasi halaman meninggalkan sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar