Rabu, 13 Maret 2019

diary



aku membuat blog ini sebagai diaryku. ya, sebagai catatan harianku. tadinya aku ingin blog ini berisi catatan harian yang menceritakan kegiatan-kegiatan yang menarik dalam hidupku. misalnya mengunjungi tempat-tempat baru, makan di tempat baru, mencoba menu baru, nonton film baru, baca buku baru, nonton anime baru. pokoknya apapun yang baru aku ingin tuliskan di sini.

tapi kemudian aku sadar kalau hidupku sudah berjalan mengikuti rutinitas. jadi setiap hari melakukan hal yang sama. jadi nggak banyak hal baru. kegiatan-kegiatan rutin itu tidak menarik diceritakan bukan? kalau diulang-ulang jadi membosankan. oleh karena itu aku tidak menceritakan kehidupan sehari-hariku. aku ingin ceritakan kejadian-kejadian insidental saja, yaitu kejadian yang jarang terjadi dan menarik.

di dalam berita pun ada panduan seperti itu. tulislah berita kejadian yang baru, yang jarang terjadi, menarik dan memiliki pengaruh bagi orang banyak. dalam skala blog pribadi sih artinya tulislah konten yang mengandung isi dan manfaat bagi orang lain. tidak hanya asal curhat. kalau asal curhat hanya berguna bagi penulisnya tapi tidak berguna bagi pembaca maupun orang lain.

aku kadang dalam usaha mewujudkan blog/ diary yang menarik lebih baik membuat diary fiksi. di sana aku akan ceritakan kehidupan beberapa tokoh fiksi buatanku. aku akan menceritakan sepenggal kehidupan mereka yang berbeda, menarik dan bermanfaat. bisa lucu, mengandung hiburan maupun ilmu pengetahuan. aku sudah mencobanya di blog walltelling. domain belakangnya di wordpress. coba saja kunjungi kalau kalian sempat.

di dunia nyata ada diary nyata yang terkenal. salah satunya adalah Raditya Dika. dia dulunya ngeblog pribadi. blognya berisi diary-nya. blognya jadi terkenal dan diary-nya dibukukan, bahkan sudah jadi film beberapa seri. beberapa judul bukunya di antaranya: kambing jantan, cinta brontosaurus, manusia setengah salmon, marmut merah jambu. aku jadi ingin membeli beberapa bukunya sebagai panduan bagaimana sebaiknya menulis diary, baik nyata maupun fiksi.

dari segi fiksi diary adalah cara singkat menceritakan sesuatu. diary berisi kumpulan adegan berisi rangkaian hari. satu hari bisa satu cerita pendek, mungkin hanya satu kalimat, satu paragraf hingga satu cerpen sendiri. kalau yang satu paragraf, diary bisa lebih ringkas daripada cerpen. soalnya cerpen mengandung 1000 karakter lebih.

diary juga bisa berguna untuk menampilkan informasi tertentu. misalnya di beberapa film ada adegan tokoh utama dengan ditemani beberapa temannya sedang mencari petunjuk suatu rahasia, motif pembunuhan, rencana, atau solusi suatu masalah. mereka mencari petunjuk di banyak hal. salah satunya diary seorang tokoh lain. jadi tokoh utama berusaha mencari diary tersebut, berusaha membacanya, menelitinya, mencari petunjuk, memecahkan kode/ teka-teki, mencari tempat baru. pihak musuh pun mencari diary tersebut demi mewujudkan tujuan mereka. jadi antara tokoh utama dan musuhnya rebutan diary. diary-nya jadi berharga. bukankah menyenangkan kalau diary kita seperti itu? rebutan itu membuktikan bahwa diary kita berharga dan penting. siapa tahu dengan diary kita, kita bisa menyelamatkan dunia, membuka rahasia atau melawan kekuatan jahat yang mengancam dunia?

dari segi fakta diary bisa digunakan untuk merekam pengalaman dan kenangan hidup dalam bentuk tulisan. bisa juga dilengkapi foto biar lebih bagus. saat ini sudah ada vlog, blog fotografis. menurutku aku lebih suka diary di kertas seperti zaman dulu. jadi kesannya lebih klasik dan bersejarah. kalau zaman sekarang vlog terlalu modern. kurang kuno. di film biasanya yang dicari diary kuno, kan?

ya, jadi aku sekarang lebih suka ngeblog begini saja. menulis diary untuk menenangkan hati dan menjalani hidup. tak lupa menikmati. kalian juga. oke?

see you ! bye!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar