
setiap manusia hidup pasti menghadapi masalah. masalah selalu ada di mana pun kapanpun. manusia tidak bisa cuma mengeluhkan adanya masalah, lari dari masalah atau melimpahkan masalah tersebut kepada orang lain. sikap-sikap itu adalah sikap yang tidak dewasa. manusia harus menghadapi masalah tersebut. jalan menghadapi masalah tersebut adalah:
1). manusia harus berusaha
manusia harus berusaha karena manusia harus mematuhi hukum alam. hukum alam itu berlaku pasti. bagi agama apapun, baik atau buruk hukum alam berlaku. sejauh fakta dan bagi manusia biasa hukum alam itu selalu berlaku. hukum alam bisa dilanggar hanya atas kehendak Tuhan, tapi hanya berlaku pada keajaiban dan pada manusia-manusia luar biasa pilihan Tuhan. sedangkan bagi manusia biasa manusia harus tunduk pada hukum alam.
untuk itu manusia harus berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. dia harus berpikir, menggunakan segala cara yang ia bisa, asalkan tidak buruk, tidak jahat, efektif dan efisien. kalau dia tidak berusaha dia tidak akan dapat. kalau dapat itu kemurahan dari TUhan. tapi kita tidak bisa bergantung pada kemurahan Tuhan. karena kemurahan Tuhan itu sama dengan keberuntungan. keberuntungan adalah wilayah Tuhan, hak prerogatif-Nya. manusia tidak berhak bergantung padanya. wilayah manusia adalah berusaha.
2) manusia harus berdoa
kalau usaha manusia masih belum berhasil maka manusia sebaiknya berdoa. manusia sebaiknya meminta bantuan kepada Tuhan. hendaknya dia yakin bahwa Tuhan akan membantunya. untuk itu sebelumnya dia harus percaya bahwa Tuhan itu ada. kalau dia tidak percaya Tuhan itu ada maka dia tidak akan punya suatu tempat untuk berdoa, penolong yang akan dimintai tolong. sebagi gantinya dia hanya bisa bergantung pada akal dan usahanya sendiri. bukankan pikiran seperti itu lemah? kan dunia ini jauh lebih besar daripada manusia?
jadi sebaiknya manusia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. dia jalankan perintah-Nya dan dia jauhi larangan-Nya. semoga kelak Tuhan akan membantu-Nya sehingga dia akan berhasil dalam menghadapi masalahnya. atau kalaupun Tuhan telah memutuskan memberikan takdir berupa kekalahan dan kegagalan kita bisa bersabar dan menerima kenyataannya walau pahit dirasakan. hiks … hiks …
3). pasrah
ini adalah pilihan jika kedua pilihan di atas telah dilakukan dan hasilnya gagal. jadi tidak boleh ditempatkan di pilihan pertama. sebab pilihan pertama adalah berusaha. pilihan kedua adalah berdoa. pilihan ketiga baru pasrah.
ya, saat di kondisi ini manusia hanya bisa pasrah. manusia tidak bisa mengulang waktu, menolak apa yang sudah terjadi, berusaha mengambil pilihan yang lain. dunia nyata tidak seperti game offline yang bisa diputar balik atau di-restart saat semuanya gagal. tidak ada lagi yang bisa manusia lakukan dengannya. manusia hanya bisa pasrah menerima. mau tak mau. dia kemudian hanya bisa melakukan sesuatu. melangkah maju. walau hanya tersisa debu dan abu.
saat usaha dan doa sudah ditempuh tapi kenyataannya manusia tetap gagal, maka manusia hanya bisa berpasrah. dia tidak bisa mengulang waktu untuk memperbaiki kesalahan, membatalkan pilihan yang telah diambilnya dan mengambil pilihan yang lain. yang bisa manuslia lakukan hanya menerima kenyataan, mengingat kesalahan tersebut dan mengambil pelajaran darinya. manusia harus mengambil pilihan yang lain dalam kesempatan yang lain supaya tidak terulang lagi kesalahan yang sama. jika manusia bisa belajar dari kegagalan dan terus berusaha, manusia akan berhasil dengan izin Tuhan.
aku bisa mengatakannya. mungkin lancar. tapi untuk menerapkannya sendiri sangat sulit. aku sendiri belum sempurna. karena itu aku sebenarnya juga malu sendiri untuk memberikan semacam nasehat atau panduan hidup. aku merasa tidak pantas untuk itu. tugas itu terlalu baik untukku. jadi aku anggap tulisan ini sebagai pengingat bagi diriku sendiri agar terus berusaha dan mengingatnya. itu saja dariku.
salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar