Kamis, 11 Juli 2019

mengelola aplikasi media sosial di smartphone



setelah punya smartphone, sekarang aku bisa punya aplikasi media sosial. tinggal download di google playstore maka semua bisa didapat. tapi ternyata sudah ada bawaan dari pabrik (atau di-download-kan saudaraku yang udah duluan pegang smartphonenya ya?). nggak banyak kata ini dia aplikasi media sosial di smartphone-ku.

  1. facebook. aplikasi ini dari situs jejaring sosial terpopuler sejagat.

  2. twitter, layanan update status 140 karakter. sekarang bisa buat sharing foto dan video.

  3. instagram, layanan sharing gambar. harus gambar. kalau gak gambar, foto atau video gak boleh. dan cuma bisa dipake di smartphone.

  4. whatsapp, aplikasi perpesanan (messaging) buatan facebook. bisa buat pesan, telepon, sharing gambar, video, video call, sharing file dll. banyak orang yang pakai ini. bosku, teman-teman dan saudara juga.

  5. line, aplikasi yang hampir sama dengan wahtsapp.

  6. michat.  aplikasi ini bisa untuk cari orang-orang pengguna michat di sekitar kita. jadi bisa untuk cari teman baru di dunia nyata yang dekat dengan kita.

  7. telegram. idem.

  8. messenger, aplikasi chatting dari facebook.


setelah punya semua itu aku jadi pingin coba semua, pakai semua, aktif di semua aplikasi. mudah-mudahan nanti hubungan dengan semua orang jadi lebih dekat, erat dan terjaga.

tapi kemudian aku tersadar. banyak sekali aplikasi yang harus aku jaga! kenapa harus banyak? apa nggak bisa pakai satu saja lalu digunakan semaksimal mungkin, se-optimal mungkin?

aku inginnya pakai line. soalnya aku dulu pernah nonton anime "kimi no nawa". di sana dulu tokohnya yang bernama Taki dan mitsuha menggunakan line untuk berhubungan dengan orang lain. mereka punya daftar dari teman-teman dan keluarga mereka. aku juga ingin seperti mereka. jadi aku pakai line. ketika aku pakai line sebagian teman-temanku ada di sana, tapi mereka jarang aktif. aku jadi malas pakai.

lalu ada whatsapp. bosku sekarang kalau pesan apa-apa pakai whatsapp. nggak pakai sms lagi. kalau ada order juga pakai whatsapp. jadi kesannya wajib. saudara-saudaraku menambahkan aku ke grup keluarga lalu kelompok religius. pertama yang kelompok religius. masalahnya mereka sebentar-sebentar update. jadi sebentar-sebentar ada notifikasi. lalu ada kiriman. kirimannya kayak nasehat religius. maaf, aku bukan orang baik religius. jadi aku nggak suka atau nggak nyaman dengan kiriman seperti itu. jadi aku keluar dari grup. aku bahkan menghapus WA-ku.

facebook. aku sebenarnya ingin pakai juga, tapi aku belum bisa karena harus menggunakan nomor HP. aku gak bisa menggunakan nomor HP karena nanti akan menunjukkan siapa aku sebenarnya. aku masih belum bisa. aku masih belum siap menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya. aku masih harus membuat identitas palsu, topeng yang keren biar bisa menyapa dunia. aku membuat email dan nama palsu di facebook agar bisa berhubungan dengan orang-orang secara anonim. demi keamanan dan supaya tidak bisa dilacak. aku akan senang sekali jika sudah punya email dan nama walau palsu lalu nanti masuk facebook dan berteman dengan orang-orang.

sama halnya dengan twitter. aku ingin menggunakan twitter supaya bisa update status secara live seperti orang-orang. anime "kaguya sama wa kokurasetai" juga menceritakan tentang twitter dalam salah satu episodenya di samping line di episode lain. aku ingin seperti orang-orang, hidup dengan leluasa tanpa beban, menjalani dan melakukan segalanya dengan sepenuh hati, penuh semangat dan berbagi di twitter tanpa rasa bersalah.

masalahnya aku adalah tipe pemikir. aku lebih banyak berpikir daripada berbuat. aku bisa berpikir banyak tapi hanya bisa berbuat sedikit. kalau pikiranku aku posting di twitter gak bakalan cukup. makanya aku pakai blog. mungkin share posting blog di twitter saja yang bisa aku lakukan di twitter. kalau menceritakan kehidupan yang aku jalani, gak ada isinya. hidupku rutin begitu-begitu saja.

soal instagram, aku nggak bisa selfie dan pasang fotoku di sana karena fisikku gak instagrammable. aku malu memperlihatkan diriku. jadi aku ingin foto yang lain saja. mungkin foto pemandangan atau ilustrasi dari posting blog. ilustrasi posting blog di share di instagram. pinginnya gitu. tapi instagram gak bisa dipake di PC. bisanya di smartphone. padahal walau setiap hari aku pakai smartphone, paling cuma sebentar. hampir gak ada sinyal di tempat kerjaku. kalau dipake internet bakal lemot sekali. jadi gak usah online daripada emosi.

tentang michat, awalnya aku dikasih tahu temanku soal aplikasi ini. yang diceritakan justru sisi negatifnya. michat bisa digunakan untuk mencari WIL. di dalamnya ada banyak foto tak senonoh dan chat mesum. tapi bukan itu yang aku cari. aku cari teman di dunia nyata yang terhubung dengan dunia maya. jadi aku ingin coba.

messenger bawaan dari facebook. kurasa kalau sudah punya facebook tidak perlu messenger.

telegram,dulu saudaraku bilang pakai saja telegram karena facebook, instagram dan whatsapp banyak diawasi pemerintah. bisa-bisa nanti disensor atau ditangkap polisi kalau update status yang menyinggung penguasa atau mengkritik pemerintah. jadi pakai telegram aja. banyak teman-teman yang pakai telegram.

aduh jadi banyak sekali aplikasinya! aku jadi pusing. aku nggak bisa mengelola semua itu. jadi aku mundur dan berusaha menenangkan diri dulu. caranya aku hapus semua data di aplikasi di atas. biar kembali jadi nol. aku berusaha agar tak dihubungi siapapun. biarkan aku pakai sms konvensional dulu. biarkan aku tenang dulu.

apa yang sebenarnya aku inginkan?

yang aku inginkan adalah bergabung dengan sebuah komunitas. komunitas itu berisi banyak anggota. di dalamnya aku bisa berkenalan dengan teman banyak. aku mulai berkenalan dengan satu orang lalu bertambah dengan teman yang lain. satu persatu sehingga perlahan-lahan temanku jadi banyak. tak hanya itu, aku juga berusaha berhubungan dengan teman-temanku. setiap hari saling bertanya kabar sehingga makin dekat dan hubungan makin erat. lalu di komunitas itu aku bisa belajar, mencari informasi terbaru, menanggapi atau berkomentar terhadap informasi tersebut, saling berdiskusi, dsb. aku pun bisa membagikan informasi terbaru jika aku punya. dengan begitu komunitas/ grup jadi makin ramai. aku pun aktif berhubungan dengan teman-teman. saat seperti itulah aku benar-benar bahagia.

aku ingin mewujudkan keinginan dan harapanku itu. sekarang aku harus mempersiapkan diri.

posting ini masih berlanjut. bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar