Kamis, 18 Juli 2019

judul dan isi posting



perasaanku tentang livestring berubah part 2.

aku membayangkan blog yang lebih bagus itu blogku yang dulu, yang namanya heaventheory. dulu namanya ultimate theories. aku membuatnya tahun 2007. waktu itu isinya cerpen, naskah drama, diary aktivitas dan jurnal kegiatan. postingnya panjang. dulu menulis di blog itu menyenangkan. sekarang sebenarnya masih sama.

aku ingin ngeblog dengan cara seperti itu. menuliskan isi hati. ngeblog dengan menuliskan judul dan isi posting itu membuat blog terlihat keren. seakan-akan seperti artikel di internet. dulu misalnya kita ada tugas dari sekolah, kita berbuaru data dan informasi di internet. kita cari di google, ketik kata kucni. hasil pencarian muncul. kita klik salah satu atau beberapa. ada artikel di sana. kita baca, copas lalu print.

saat seperti itu artikel yang di-print itu rasanya seperti artikel yang setara dengan artikel di media massa. populer dan berkualitas. artikel-artikel itu rasanya selevel dengan liputan 6, intisari, jawapos, kompas dll.

aku pun ingin seperti itu. aku ingin artikel berkelas dan berkualitas seperti itu. untuk itu aku harus membuat artikel yang serius. nggak cuma diary atau curhat pribadi. curhat pribadi itu nggak penting untuk orang lain, walau menenangkan bagi pribadi.

untuk itu aku harus membuat artikel serius. tulisan serius dengan isi yang berbobot, penuh data, eksposisi dan cara penjelasan yang ilmiah. segalanya harus terstruktur. pakai paragraf deduktif atau induktif.

tulisan yang serius dan terstruktur tidak bisa dibuat spontan. dia harus direncanakan sebelumnya, bahkan dipikirkan dengan serius. ada inti tulisan, konsep, rancangan, hingga ide pokok setiap paragraf, cara menjelaskan/ aliran berpikir setiap pagraf hingga pengembangan setiap paragraf sehingga tulisan menjadi aliran yang logis dan enak dibaca.

untuk itu tulisan yang serius membutuhkan draft. dia dipikirkan sungguh-sungguh, dibuatkan draft lalu ditulis dulu di kertas baru diketikkan di blog. pengetikan itu harus persis. tidak boleh ber-improvisasi dalam mengetik di blog. kadang waktu mengetik aku ketemu ide-ide atau cara bercerita yang baru sehingga membuat aliran baru. akibatnya alirnya jadi berubah dan menyimpang. saat disadari aliran tulisan sudah berbeda jauh dari tulisan di kertas. hasilnya jadi beda. kalau disebutkan, jadi ada dua versi tulisan dari satu ide. kalau dua-duanya dipertahankan, kelihatan kalau tulisan itu tidak konsisten. jadi harus pilih salah satu. kalau pilih salah satu, jelas aku pilih yang di kertas karena tulisan di kertas telah melalui tahapan berpikir yang serius, panjang dan sungguh-sungguh.

jadi akhirnya aku lebih suka menulis blog dengan tulisan yang sungguh-sungguh dan serius, bukan yang spontan. yang spontan sebenarnya hanya tambahan saja dalam arsip blogku. blog spontan untuk ide-ide bebas yang sewaktu-waktu datang dan pergi. nggak apa-apa kalau postingnya sedikit tapi serius dan fokus daripada banyak posting tapi kemana-mana. karena itu aku jadi kurang suka blogku sendiri yang livestring ini dan lebih suka yang lain seperti studentsheet, studentsweet, technifiles dan philosophywhite walau tanggal mereka tidak alami.

akibatnya perasaanku tentang livestring berubah lagi. aku jadi kurang suka ngeblog di dia. aku lebih suka menulis di blog di mana kontennya sudah aku rencanakan dulu, aku tulis draft dan hasil matangnya di kertas baru aku posting di blog. dulu caraku seperti itu. ada banyak kertas dan buku-buku sumber posting blogku. sekarang aku merencanakan blog itu. blog itu sudah ada. namanya linestring tapi aku belum isi posting di dalamnya. bahannya sih sebenarnya sudah ada. tinggal mengisinya. sayangnya aku belum punya waktu. nanti kalau ada waktu aku update di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar