Sabtu, 10 Agustus 2019

sms dan WA



aku sudah cerita kalau aku baru punya smartphone. smartphone itu aku isi dengan nomor indosat. dulu waktu masih pakai hp lama, aktivitas komunikasiku biasanya dengan sms. aku jarang telepon karena mahal pulsanya. aku juga kurang bisa mendengar dengan jelas lewat telepon. lain kalau dengan sms, aku bisa baca dan mengingatnya karena kalau lupa bisa baca lagi.


sekarang setelah pakai smartphone, aku bisa pakai wa. wa atau whatsapp adalah salah satu aplikasi media sosial yang ramai saat ini. dengan aplikasi ini orang-orang bisa saling kirim pesan, telepon, videocall, sharing file, gambar, foto, video dll. wa tidak makan pulsa. dia hanya makan paket data. oleh karena itu banyak orang memakainya. mereka banyak sekali yang pakai wa hingga seakan-akan meninggalkan model sms lagi.

tidak hanya wa, aku juga menemukan banyak aplikasi messaging/ perpesanan/ media sosial yang seperti wa. di antaranya line, telegram, messenger, michat, wechat, dll. masing-masing punya fitur yang hampir sama: chat/ pesan, telepon dan seterusnya. masing-masing punya keunikan sendiri. ada kesamaan dan perbedaan di antara mereka. aku jadi pingin coba semua tapi terus pusing ngurusin semua.

aku jadi ingin kembali ke sms saja. kenapa harus pakai semua aplikasi itu kalau intinya sama? kenapa nggak pakai sms saja?

orang-orang bilang pakai sms mahal. sms makan pulsa dan ternyata tarifnya mahal. untuk indosat Rp 499/ sms. untuk telkomsel 350/sms. dua provider itu yang terbesar pemakainya saat ini. belum lagi telepon. lalu ada batasan teks. kalau pesannya banyak, nanti terpotong per beberapa karakter. kalau banyak pesan ke banyak orang jadi mahal. belum lagi sms gak bisa kirim gambar. aku pernah coba, jadi mms tapi gagal. jadi sms mulai ditinggalkan banyak orang.

kalau begitu apa arti para provider itu? indosat, telkomsel, xl, axis dll. apakah mereka cuma penyedia nomer HP saja sedangkan kalau komunikasi pakai wa dan aplikasi-aplikasi lain saja? aku inginnya supaya aku bisa menjadi orang yang utuh/ integral. pakai nomor indosat maka segala komunikasi pakai indosat juga. termasuk sms, telepon, chatting dll. tapi ternyata zaman berubah. orang-orang berubah.

aku ingin bertahan pada caraku tapi orang-orang berubah. akibatnya terjadi miskomunikasi. aku sms nggak dibales. bukannya nggak mau, tapi ternyata sebagian orang nggak punya pulsa. jadi mereka gak bisa bales. mereka juga kirim wa ke aku tapi aku gak menerimanya karena gak punya wa.

lalu bagaimana ini? bagaimanakah hubungan antara provider seluler dengan aplikasi-aplikasi itu?

apakah sebaiknya dibuat integral saja? misalnya para pembuat aplikasi itu cetak nomor HP untuk para pengguna mereka. jadi tidak perlu lagi nomor indosat, telkomsel, xl, smartfren dll. adanya nomor HP ala wa, line, messenger dsb?

atau tetap dengan provider tsb tapi dengan relasi atas bawah. ada perumpamaan begini:

pemerintah bertugas membangun infrastruktur. misalnya jalan raya. di sekitar jalan raya para perusahaan membangun toko-toko. perusahaan yang menjalankan bisnis dan mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis.

kalau dalam dunia komunikasi, provider seluler adalah yang membangun jalan raya dunia komunikasi mobile. di atasnya adalah aplikasi-aplikasi media sosial. orang-orang berjalan di atas jalan raya tapi mengunjungi aplikasi-aplikasi itu bagaikan toko-toko. keuntungan di tangan toko-toko tapi pemilik jalan juga. provider ibarat pemberi bensin di perjalanan. tanpa bensin, perjalanan kunjungan ke tempat-tempat lain tak bisa digunakan.

ada perumpamaan lagi tentang dunia internet. ISP, PLN, PT Telkom adalah para pendukung penyedia layanan internet. mereka bagaikan infrastruktur dunia internet. yang berdiri di atas infrastruktur itu adalah website-website, lalu ada media sosial, iklan-iklan. dari sana keuntungan dan uang dihasilkan. keuntungan terbesar di tangan pihak toko online. keuntungan pihak infrastruktur relatif lebih sedikit daripada toko online, website-website atau perusahaan-perusahaan digital tersebut.

jadi sms dan wa gimana?

tetap pakai sms atau pindah ke wa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar