Senin, 02 September 2019

orang baik atau orang buruk



aku ini orang baik atau orang buruk? bagaimana seharusnya aku menilai diriku sendiri?


pertanyaan ini penting karena akan menentukan jalan dan langkah dalam hidupku. kalau aku termasuk orang baik maka aku akan berbuat baik. aku harus mengikuti jalan kebaikan sebagai wujud rasa syukur atas anugerah kebaikan pemberian Tuhan yang telah diberikan kepadaku. jika nilaiku buruk, maka aku harus mengikuti jalan keburukan karena jalan itulah takdirku. keburukan adalah takdirku. aku harus menerimanya sebagaimana aku harus menerima takdir. katanya takdir selalu baik. manusia harus menerimanya karena takdir adalah keputusan Tuhan yang maha baik, maha benar dan maha adil. jadi aku harus bertahan dan konsisten di jalan yang telah aku pilih.

aku bertanya kepada orang-orang agamawan, tapi jawaban mereka tidak membuatku tenang, tapi justru semakin membuatku gundah gulana. kata mereka, janganlah kita mengaku/ menganggap diri kita orang baik. karena kalau kita menganggap diri kita orang baik, maka kita akan terkena penyakit hati, yaitu berbangga diri, besar kepala, sombong, merasa sempurna, egois, arogan dsb.

baiklah, aku terima jawaban dan alasan mereka. akan tetapi aku bingung dengan konsekuensi jawaban mereka. kalau aku tidak boleh mengaku dan menganggap diriku orang baik, apa berarti aku harus menganggap diriku orang buruk? apa aku harus menjadi orang jahat?

kalau memang aku harus menganggap diriku orang buruk dan jahat maka aku harus berbuat buruk dan jahat. misalnya mencuri, merampok, membunuh, berzina dsb. tapi kalau melakukan perbuatan-perbuatan itu, aku pasti akan dihukum kan? perbuatan itu dilarang hukum kan? jadi aku harus bagaimana?

aku harus berbuat sesuatu yang sesuai dengan pengakuanku. menurutku itulah artinya jujur. yaitu melakukan apa yang dikatakan dan mengatakan apa yang dilakukan. keduanya harus sama dan selaras. kalau tidak, maka akibatnya sama dengan berbohong. berbohong salah satu tanda kemunafikan dan tempatnya di neraka.

aku sebenarnya tidak ingin mengaku untuk mengklaim diriku suci, bersih dan lebih baik daripada orang lain. aku sadar dan tahu kalau aku sendiri mempunyai banyak kelemahan. aku mempunyai banyak kekurangan. aku sudah berbuat banyak dosa hingga aku merasa aku sendiri tidak pantas menjadi orang baik dan masuk surga. aku tahu banyak orang yang lebih baik daripada aku. aku bahkan berkeyakinan bahwa akulah yang terburuk di dunia dan semua orang lebih baik daripada aku.

yang aku inginkan adalah kejujuran. pengakuan dan penilaian yang sesuai dengan perbuatan. kalau semua selaras, maka hatiku akan tenang dan damai. sedangkan kalau tidak, maka hatiku takkan bisa tenang. selalu diselimuti rasa cemas, takut dan was-was. tentu aku sadar kalau aku tidak sempurna. aku juga berbuat salah, lupa dan dosa. oleh karena itu aku terus berusaha memperbaiki diri.

yang kuinginkan bukan klaim sok suci, sok bersih dan sok sempurna di hadapan semua orang, tapi pengakuan diri sendiri. saat aku menatap cermin, melihat bayanganku di sana, sendirian, apa yang harus aku katakan? memuji diriku atau mencela diriku? menilai diriku positif atau negatif? atau bersikap obyektif? obyektif, itulah yang aku cari. supaya aku dapat menilai diriku. supaya aku dapat mengintrospeksi diriku sendiri. mencari apa yang kurang supaya diperbaiki. mencari apa yang kelebihan supaya dipertahankan dan ditingkatkan. salahkah kalau aku berusaha seperti itu?

aku sebenarnya ingin berbuat baik dan menjadi orang yang baik pula. kerangka dasarku adalah: aku ingin hidup bahagia dunia akhirat. untuk itu aku harus menjadi orang baik, beriman dan taat. untuk itu aku harus mati dalam kebaikan dan hidup dalam kebaikan. untuk itu aku harus membangun keluarga yang harmonis, tenang, penuh cinta dan kebaikan. untuk itu aku harus mencari wanita yang baik supaya dapat membangun keluarga yang baik. untuk itu aku harus menjadi orang baik juga.

masalah muncul saat aku harus banyak berbuat baik, terus-menerus dan selalu berbuat baik tapi aku tidak boleh mengaku orang baik. bisa saja aturan itu benar, tapi bagiku itu sama saja tidak mengakui usahaku. semua perjuanganku diingkari dan dikhianati, siapa yang tak kecewa diperlakukan seperti itu? oleh karena itu aku menuntut pengakuan dan penerimaan. setidaknya aku ingin dihargai. apakah salah meminta seperti itu?

aku harap suatu saat akan ada perubahan aturan, atau akan ada penjelasan tentang paradoks atau kontradiksi ini. kalau tidak, selamanya aku akan terombang-ambing di sini. di antara kebaikan dan keburukan, dunia menyatu.

semoga kelak cahaya kan bersinar, pintu kan terbuka, jalan kan terbentang, hingga dapat kutempuh jalan kebaikan, menuju bintang surga di atas langit ke tujuh sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar