Senin, 06 April 2020

kakak



aku punya seseorang yang kuanggap sebagai seorang kakak. dia bukan keluarga asliku. dia bukan kakak kandungku, tapi dia sangat berharga bagiku. dia adalah seorang senior di sebuah komunitas yang aku ikuti.


aku mengikuti sebuah komunitas. di dalam komunitas itu ada subgrup-subgrup. setiap subgrup berisi 1 sampai 5 orang. setiap subgrup memiliki seorang mentor. subgrupku berisi 3 orang ditambah 1 mentor. jadi 4 orang.

mentorku orangnya sangat keras, suka memaksakan kehendak, pintar berbicara, pintar berdebat, suka menyuruh-nyuruh. teman subgrupku pun begitu. alhasil aku tidak suka pada mereka, aku benci mereka dan ingin meninggalkan mereka tapi tidak bisa.

kemudian aku berkenalan dengan seorang anggota komunitasku dari subgrup yang lain. dia lebih tua dariku. dia ramah, toleran dan baik padaku. aku jadi suka kepadanya, lebih ke arah respek.

aku jadi menyukainya. aku ingin selalu bersamanya. aku ingin membicarakan banyak hal dengannya. ada banyak pengetahuan yang kudapat darinya. dia pun tidak selalu menyalahkanku jika aku salah, tapi ada membenarkanku juga. karena aku yakin aku tidak 100% salah. mungkin 59%. itu tidak apa-apa.

aku bersama kakak senior itu sejak 2012. aku seminggu sekali mengunjunginya. kadang hari sabtu, minggu, jumat, kamis dll. aku suka dan bahagia bersamanya. aku selalu senang dan berdebar-debar waktu hendak bertemu dengannya. hal yang paling kutunggu setiap minggu adalah saat berjumpa dengannya. aku selalu membuat bahan pembicaraan sebelum bertemu. dengan begitu kami tidak kehabisan bahan pembicaraan. kadang membicarakan masalah serius seperti agama dan politik. kadang membahas hal-hal hiburan seperti anime dan film.

aku menganggap diriku seorang agen dan dia komandanku. aku menyukainya. aku menghormatinya. aku ingin selalu mengikutinya seumur hidupku. aku akan menjalankan perintahnya dengan sukarela.

sesuatu kemudian terjadi. kakak senior itu tidak selalu bisa kukunjungi. dia jadi tidak selalu ada di rumah. sekali, dua kali hingga mulai sering terjadi. awalnya nggak apa-apa, tapi lama-lama jadi kecewa. lalu kecewa menjadi frustasi dan marah.

aku jadi merasa mungkin aku sudah terlalu sering menemuinya. mungkin aku mengganggunya. mungkin aku sudah banyak merepotkannya. mungkin dia sudah bosan dan lelah denganku.

aku berusaha memahaminya. jadi aku berusaha memendam kekecewaan ini. jadi aku berusaha mengurangi intensitas kunjunganku. mungkin dua minggu sekali, atau sebulan sekali. tapi tetap tak bisa bertemu. aku tak tahan lagi. aku sampaikan padanya,"kenapa kakak sekarang gak bisa ditemui lagi".

"maf, saya sibuk." itu terus jawabannya.

aku marah dan sepertinya dia juga membalas. katanya kalau nggak bisa cari saja yang lain.

aku berusaha menjauhinya. berusaha tak menghubungi. selama 6 bulan. lalu bisa bertemu lagi. tapi kali ini dengan penurunan intensitas. aku cuma sedikit menemuinya. awalnya masih bisa bertemu tapi kemudian tidak.

dulu. aku ikut subgrup dengan mentor pertamaku. lalu aku dipindah karena aku tidak betah dengan mentor pertamaku. mentor keduaku kakak seniorku itu. aku sangat senang menjalankan aktivitas komunitas bersama kakak itu. tapi kemudian teman subgrupku berhenti aktif dari komunitas. aku juga merasa tidak ada perubahan. jadi subgrupku dibubarkan.

aku berusaha aktif lagi di komunitasku. aku ganti mentor. mentor kedua. mentor ketiga adalah mentor pertamaku. lalu mentor keempat adalah kakak seniorku. teman-teman subgrupku naik tingkat menjadi pelajar resmi. aku tetap menjadi pelajar umum karena belum siap menjadi pelajar khusus. kemudian terdengar kabar karena aku tidak membahas materi komunitas, statusku dicabut. aku bukan lagi anggota komunitas, bahkan walaupun tak resmi.

selesai sudah. aku sudah tidak punya hubungan dengan kakak seniorku dan teman-teman komunitasku. aku sudah menjalani hal ini jadi sudah tidak terkejut lagi. aku mengundurkan diri.

kakak, aku sekarang harus mengundurkan diri. aku memutuskan hubungan denganmu. aku tidak mengenal kakak lagi. hubungan kita cukup sampai di sini. aku tidak akan mengikuti kakak lagi. aku akan meninggalkan kakak. sampai jumpa.

jika suatu saat kakak bertemu denganku di jalan sedangkan aku berada di jalan yang lain, di komunitas yang lain, jangan hentikan aku. seperti di anime:

kakak:" kamu! kenapa kamu ada di sini? kenapa kamu meninggalkan kelompok? meninggalkan teman-temanmu."

aku:" lepaskan! kakak sudah tidak ada hubungan lagi denganku!"

kakak: " kenapa?"

aku: "kenapa? kenapa baru sekarang kakak baru peduli padaku? ke mana saja kakak selama ini? apa kakak selama ini tidak menyadari perasaanku? aku selama ini berusaha mengejar kakak. aku berusaha mengikuti kakak. siang malam aku selalu memikirkan kakak. aku selalu ingin bertemu kakak, tapi kakak malah mengabaikanku lalu mengurusi yang lain! Apa kakak tidak pernah memikirkan perasaanku yang kakak tinggal pergi? sakit, kak! sakit!"

kakak: ...

aku:" sudah cukup. kakak sudah tidak perlu memikirkan aku lagi. aku juga tidak mau memikirkan kakak lagi. selamat tinggal."

aku melangkah meninggalkan kakak seniorku yang kehabisan kata-kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar