Rabu, 08 Juli 2020

berpikir positif


 

dulu ada orang yang memberi nasehat kepadaku. dia bilang kepadaku kalau aku harus berpikir positif. katanya aku selama ini selalu berpikir negatif. aku harus mengubah pola pikirku.


aku mencoba mencari tahu apa itu berpikir positif. aku jadi teringat ilmu sosiologi. ilmu sosiologi didirikan oleh seorang filosof bernama August Comte. Comte mendirikan aliran filsafat positifisme. filsafat positifisme adalah filsafat yang menjadikan segala sesuatu yang ada (positif) sebagai kebenaran.  sumber dan standar kebenaran filsafat ini adalah kenyataan, fakta daan materi. sarananya adalah panca indera. positifisme berhubungan dengan filsafat empirisme, naturalisme, materialisme.

kalau begitu menurut positifisme, berpikir positif adalah berpikir realistis, yaitu berpikir yang menjadikan kenyataan sebagai sumber dan standar kebenaran, juga hukum. berpikir realistis artinya tidak optimis, tapi juga tidak pesimis. tidak terlalu berharap tapi juga tidak berhenti berharap/ putus asa dan mudah menyerah. berpikir realistis di sini bersikap tengah-tengah, bersikap biasa saja terhadap segala hal. tidak mudah terkejut jika ada hal-hal baru, baik hal baik maupun hal buruk.

tapi benarkah seperti itu?

aku mencoba mencari lebih jauh. ternyata yang dimaksud berpikir positif itu berbeda. berpikir positif itu awalnya sebagai lawan dari berpikir negatif. orang yang berpikir negatif suka berpikir/ memikirkan hal-hal buruk dari orang lain, setiap kejadian, kehidupan, dan peristiwa. orang-orang yang berpikir negatif suka iri, dengki, dendam pada orang lain. mereka suka berprasangka buruk kepada orang lain. mereka orang-orang yang buruk. buruk pikirannya. belum jahat. jahat itu kalau sudah melakukan perbuatan jahat pada orang lain seperti memanipulasi, mencurangi, menganiaya dan lain-lain.

maka sebagai kebalikannya, berpikir positif adalah berpikir yang berusaha untuk melihat sisi baik dari segala sesuatu. bisa orang lain, tindakan orang lain, kejadian. bisa juga pada diri sendiri. termasuk memandang diri sendiri secara positif. dengan begitu pikirannya jadi terbuka, hati dan pikirannya jadi lebih tenang. jika hati dan pikiran lebih tenang, maka kebahagiaan akan lebih mudah datang. jika kebahagiaan sudah di hati, kesuksesan akan tiba dan kehidupan akan jadi lebih mudah dan dapat dinikmati. kehidupan akan diliputi kebahagiaan.

ini masih dugaanku. masih hipotesis. aku masih harus mengujinya dengan menanyakan pendapatku kepada teman-teman. gimana menurut kalian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar