Sabtu, 30 Maret 2019

buku-buku yang tak terbaca



hei, hei, apa kalian suka membaca buku?

apa kalian suka mengkoleksi banyak buku?

apa kalian sering membacanya?

bagaimana kalau kalian lagi sibuk, apakah kalian masih membacanya?

aku suka membaca buku. aku juga mengkoleksi banyak buku. aku selalu merasa ingin membaca buku-bukuku lagi, di samping juga membeli buku-buku baru.

aku punya pemikiran kalau kita punya buku kita harus sering-sering membacanya. kalau nggak percuma membelinya. soalnya mahal harganya. jadi aku membuat sistem begini:

pertama pisahkan buku yang sudah dibaca dan yang belum. sebab kadang aku beli buku tapi belum sempat membacanya. biar fokus, jadi buku yang belum dibaca dipisahkan dari yang sudah dibaca. baca dulu buku yang belum dibaca sampai semua habis. jadi semua dianggap sudah dibaca walau sekali.

kedua, pisahkan buku menjadi tiga:



a. buku hard cover. buku ini dijilid dengan sampul tebal. misalnya Al-qur'an.

b. buku tebal sedang. buku ini dijilid dengan lem. halamannya bisa 100 sampai 400.

c. buku tipis. buku ini tipenya dijilid dengan staples.

untuk lebih mempercepat membaca lebih baik urutannya baca dulu buku tipe c, lalu b baru a. alasannya buku c lebih cepat dibaca dan habis jadi bisa segera berganti ke yang lain sampai habis, lalu b baru a.

masalah timbul sekarang begini: aku ingin baca buku tipe a dulu sebab aku suka buku-buku itu. buku-buku itu juga berisi hal-hal yang penting bagiku. ada buku-buku yang aku sukai di sana. aku ingin membacanya lagi tapi buku-buku a itu tebal. akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. lebih cepat baca buku c dulu. buku c halamannya tidak sampai 100 jadi bisa segera selesai. apa sebaiknya baca buku c aja dulu?

sayangnya aku kurang suka buku c. buku c juga bukan buku favoritku. aku cuma mengkoleksinya sebagai syarat saja. buku c tidak termasuk kategori buku utamaku. buku utamaku adalah tipe a. buku a jelas penting, bagus, bermakna.

nah, sekarang apa yang harus aku lakukan? baca a atau c dulu?

ada lagi aku menata lemari bukuku menjadi 2 kelompok:

a. koleksi utama.

b. koleksi cadangan.

koleksi utama adalah koleksi yang paling penting. koleksi ini yang membentuk pemikiran diriku. koleksi ini akan aku pertahankan sampai akhir karena mereka abadi. mereka adalah dasar dan jalan hidupku, walau isinya ada yang fiksi.

koleksi cadangan berisi buku-buku yang aku kurang suka. aku sebenarnya ingin membuang mereka karena menurutku mereka tidak penting, tapi aku terlalu sayang untuk membuangnya. jangan-jangan suatu saat nanti aku membutuhkannya. kalau dibuang, terus suatu saat aku butuh aku jadi tidak bisa mencarinya lagi dong? kalau mencarinya lagi harus beli. mahal! buang uang lagi. jadi aku masih simpan cuma di lemari yang berbeda.

ada pikiran kalau aku terlalu mempersulit diri dengan membuat sistem di atas. mungkin ada yang mau komen," kalau mau baca langsung baca aja. gitu aja kok repot! itu namanya mempersulit diri!"

benarkah aku seperti itu? bagaimana menurut kalian? bisakah kalian membantuku plis?

2 komentar: