Rabu, 01 Mei 2019

bukit bonsai blitar



tadi pagi setelah online pukul 09.30 aku melakukan touring ke kademangan. aku ingin menelusuri jalan yang dulu pernah aku lewati, yaitu saat aku bersepeda dengan rafi, teman SMA-ku. kami dulu bersepeda sekitar tahun 2006. aku lalu bersepeda ke sana sekitar akhir tahun 2009.

aku ke sana lagi untuk lebih mengenal daerah dan jalan-jalan daerah situ. dulu setahuku jalannya adalah dari kota ke selatan, melewati jembatan sungai brantas, kademangan lalu ke selatan terus sampai SPBU. di dekat SPBU ada pertigaan. satu jalan lurus ke selatan, satu jalan ke timur. aku ke timur. di sana ada candi simping. sayangnya hari libur candi simping tutup. lalu ada pertigaan. kalau ke selatan jalannya menanjak. aku pilih lurus ke timur dulu.

jalan itu aku ikuti terus ke timur. jalannya awalnya mulus tapi kemudian kasar berlubang-lubang. jalan itu belok ke utara terus lalu ke timur. lalu setelah melewati jembatan aku belok ke timur. rasanya seperti menyimpang dari jalan yang benar, tapi aku terus. jalan itu terus ke timur lalu ke utara. sampai di jalan aku tahu sampainya. ada masjid dan alfamart. aku di depan kampung coklat.

Alhamdulillah Allah membantuku. tadinya aku berencana hari ini ke sini dulu baru minggu depan ke jalan mendaki itu. sekarang bisa dipercepat jadi aku bisa segera ke jalan mendaki. hari minggu depan aku bisa ke PMBK dengan tenang. aku ke barat lalu ke jalan yang tadi. sampai melewati candi simping lagi. kali ini belok ke selatan.

di dekat jalan mendaki ada rumah teman kuliahku. nama panggilannya egi. aslinya agung. cuma aku lupa persisnya. jadi aku lewati. jalannya mendaki dengan curam. harus berusaha. gear 2. terus berusaha.

akhirnya sampai. aku melewati perbukitan. aku berhenti di tepi jalan. aku ingin memotret pemandangan Kota blitarku dengan dipadu dengan ckrawala dan langit biru. tapi pemandangannya tertutup semak-semak, pepohonan dan tanaman liar.

aku melihat di seberang jalan ada sepeda-sepeda motor berjajar. sepertinya mereka parkir di sana. aku masuk ke sana. ada truk masuk juga. ada area parkir. ternyata ada tempat wisata di sana. aku masuk, jalan-jalan dan memotret di sana. ada beragam spot di dalam. misalnya rumah kayu, beranda dan pintu besi, jalan patah hati, sayap bidadari, lingkarang berduri warna kuning, payung cinta dll. ada warung tapi aku nggak mampir. lalu ada gazebo istirahat. aku ingin menjelajah lebih jauh tapi ada tukang-tukang sedang bekerja di proyek pembangunan. sepertinya tempat ini belum selesai dibangun. jadi progress dan nilainya sekitar 50%. yang bisa dikunjungi. aku ingin menjelajah lebih jauh tapi takutnya bukan wilayah pengunjung. jadi batal.

aku sempat memotret dan aku kirim ke WA adikku dan saudaraku satunya. setelah itu pergi.

aku melanjutkan ke selatan. jalannya naik terus. meliuk-liku. berbahaya. kalau sembarangan taruhannya nyawa. berani nggak orang-orang off road di sini? kayaknya cocok buat yang suka tantangan.

rumah-rumah di sekeliling jalan kelihatan kurang mampu. ada yang bertembok bata tapi belum disemen. ada yang tembok triplek, kayu. hidup di sini sepertinya susah sekali.

jalannya tai sudah semen aspal biru tua. lalu beton bertulang tanpa aspal. jadi warnanya abu-abu. untungnya mulus memanjang. tapi kemudian berganti jadi aspal lama. berlubang-lubang. bahkan aku sempat terlonjak. masuk tanjakan dan lubang.

pemandangan berganti hamparan. tadinya aku harap menemukan sawah sehingga aku bisa memotret sawah yang menghampar dan bukit yang naik turun. tapi saat ini sedang banyak ditanami tebu. jadi nggak bisa memotret. tebu terlalu tinggi. aku terus melaju meninggalkan pemandangan indah itu.

jalannya ke timur lalu ke selatan. lalu ada pertigaan. dua ke utara. satu ke selatan. aku dari utara sisi barat. jadi aku menikung ke utara yang satunya. jalannya mendaki tapi kemudian menurun. saat itu motor melaju semakin kencang. lurus ke timur lalu belok ke utara.

di utara bisa melihat pemandangan kebun tebu lagi. lalu menikung ke utara. ada tiang listrik di tepi jalan. lalu ada ibu dan anak naik sepeda motor. mereka berhenti di bawah pohon. mereka sepertinya mau berteduh di bawah pohon. aku yang mau berhenti maju untuk memotret tapi pemandangannya kurang bagus. aku terus maju.

ada picku up melewatiku. lalu sepeda motor lalu truk. kami menikung dan menurun. saat itu pickupnya melambat. begitu juga sepeda motor lain. aku yang nggak sempat mengerem mendekat melewati celah mereka. aku melewati sepeda motor itu. kami nyaris bersentuhan. aku juga hampir menabrak pickup itu. alhamdulillah aku sempat pegang rem tangan dan injak rem kaki kuat-kuat. mereka melaju duluan. lalu truk di belakang mendahuluiku. aku menyusulnya.

begitu ada celah aku mendahului truk itu. aku terus menurun. lalu belok ke timur terus. terus. terus. jauh. melewati klampok, pandanarum. lalu sutojayan. jalannya mulai halus dan datar. jadi aku sudah meninggalkan gunung. jalannya ke timur terus. aku jadi mulai khawatir. jangan-jangan aku sudah tembus jalan ke jolosutro. kalau sampai daerah kesamben aku sudah tak tahu arah. bisa-bisa kesasar nanti. tapi aku terus berusaha.

jalannya belok ke utara. utara terus ratusan meter hingga satu kilometer lebih. sampai di perempatan. di sebelah timur ada gapura. aku seperti pernah lihat. aku ke sana. ternyata benar. aku melihat SMPN 1 sutojayan. lalu di depannya SMPN 2 Sutojayan. ada jalan ke utara. aku ke utara masuk gang lalu belok ke timur. terus ke utara.

aku berhenti di masjid al-badar. masjid ini di sebelah polsek lodoyo barat. aku masuk dan ternyata menemukan hal-hal keren di sana. di sana ada rak kaca berisi makanan dan minuman. siapapun boleh mengambil dan mengisi. aku ambil aqua. lalu waktu mau wudlu disediakan lemari untuk tas dan jaket. di dalam lemari ada stop kontak untuk charge baterai HP. setelah wudlu ke dalam. masjid ini tidak berpintu. jadi siapapun bisa keluar masuk. jadi nggak dikunci. kalau malam bisa tidur di dalam. anget dong.

aku sholat di sana. lalu makan nasi bungkus yang ada di sana. isinya nasi goreng. alhamdulillah. dapat makan gratis. jadi mikirin yang naruh. semoga Allah kasih balasan dia dengan yang lebih baik. ada pahala, barokah dan tambahan rizki untuk mereka juga. setelah makan ada minuman dari galon. ada gelasnya juga. setelah itu tidur.

jam 01.00 PM aku melanjutkan perjalanan. kali ini pulang. jalannya dari lodoyo ke utara terus. melewati sungai brantas. ke utara ada pasar kanigoro. sudah aktif belum ya? terus melewati satreyan. lalu kanigoro. di depan ada nissan terrano. kesannya seperti kendaraan militer. besar dan kuat. aku pingin mendahului tapi takutnya kena sundul dari belakang. belum ada kesempatan. banyak kendaraan dari arah depan dan belakang. dia juga cepat.

sampai perempatan kanigoro baru aku bisa mendahului terrano itu. aku ke barat. aku tinggalin dia lewat alun-alun kabupaten Blitar. aku sudah jauh sampai Tlogo tapi ternyata dia nyusul bahkan mendahuluiku lagi. dari tadi ngapain dia? aku terus aja. sebab tujuanku gaprang. di sana da tempat tinggal saudara-saudaraku. mereka disediakan tempat tinggal untuk bekerja mereka sama bos mereka. aku sering ke sana. jadi sekarang mereka tujuanku. begitu sampai tujuanku selesai. perjalanan ini pun berakhir.

5 komentar:

  1. Satu pertanyaan: kenapa disebut "Bukit Bonsai"?

    BalasHapus
  2. karena di sana dipasangi pot-pot tanaman bonsai. padahal nggak dijual. jumlahnya juga nggak banyak. cuma sekedarnya aja. jadi kesannya kurang profesional sebagai developer jasa taman hiburan dan wisata.

    BalasHapus
  3. Oh gitu tho. Haha kupikir karena bukitnya kecil dan pendek atau gimana.

    BalasHapus
  4. iya. emang bukitnya pendek sih. nggak ada 100 meter dari dataran kota. mungkin30 meter aja. tapi udah bisa liat cakrawala. aku suka liat cakrawala. kesannya jadi kayak penguasa dunia. hehehe...
    padahal lone ranger.

    BalasHapus