Selasa, 04 Juni 2019

kesempatan kedua



aku punya banyak teman. ada teman SD, SMP, SMA, kuliah, ekskul, hobi dll. aku pingin sebenarnya menemui mereka. bisa berkumpul lagi, bercanda, tanya kabar dll. aku ingin bisa bertawa bersama mereka lagi.

tapi ada penghalangnya. beda status. mereka udah sukses sedangkan aku belum. mereka udah lulus S1, kerja di tempat keren, dengan jabatan beken, penghasilan besar. mereka punya motor sendiri, bahkan ada yang punya mobil. ada yang sudah punya gadget. banyak yang udah nikah lalu punya anak.

aku masih belum ke situ. masih di belakang.

kami dulu sama-sama alumni sekolah SMA ternama, SMA favorit di kotaku. itulah jati diriku. aku tak bisa meninggalkannya. alumni sekolah itu kebanyakan sukses. jadi aku harus sukses juga. demi keadilan dan kesetaraan, itulah prinsip yang menjadi tujuanku.

keadilanku tidak berarti harus lebih sukses dari mereka atau sama persis dengan mereka tapi setidaknya setara. misalnya sama-sama di kampus ternama. soal IPK belakangan. tempat kerja gak harus di tempat yang sama (misalnya di PT freeport atau Inalum) tapi setara. oleh karena itu aku membuat daftar impianku:

  • kuliah di UM jurusan FMIPA tahun 2008.

  • lulus S1 tahun 2012.

  • mulai kerja, mencicil sepeda motor tahun 2014.

  • menikah tahun 2015 saat usia 25 tahun.


itulah jalan hidup ideal dan idamanku. sayangnya tak ada satupun yang terwujud. bahkan sampai sekarang.

kalau dicari sebabnya bisa saja bilang takdir. lalu ada sebab akibatnya. misalnya orang tuanya miskin sehingga tidak mampu membiayai kuliah. biaya hidup di kota Malang tinggi. ada biaya kos, kuliah, biaya hidup dll. tapi kalau seperti itu nanti jadi seperti menyalahkan takdir, tidak terima dengan masa lalu dan kenyataan bahwa aku dilahirkan di keluarga kurang mampu. hal itu tidak benar kan? menyalahkan Tuhan namanya.

oke, sekarang waktunya move on. katanya," kalau ada satu pintu tertutup pintu lain terbuka". terus," gak apa-apa teman-teman sukses duluan sedangkan kita belum. sekarang waktunya buat kita buat mengejar mereka biar sama-sama sukses. kita punya jalan hidup sendiri, tapi harus sama-sama sukses juga". itulah kesempatan kedua.

selama ini, bertahun-tahun aku selalu menunggu kesempatan kedua. bukannya langsung tiba-tiba sukses, tapi suatu pintu yang akan membuka jalan menuju suatu kesuksesan agar aku bisa berusaha dan sukses juga. aku berharap suatu saat aku akan bisa bahagia, hidup sepenuhnya, menikmati setiap saatnya, bertualang dalam hidup seperti roller coaster. kadang naik kadang turun. kadang tenang kadang tegang. biar hidup tidak membosankan.

sayangnya belum datang juga. aku terus menunggu sambil menjalani hidup. diam-diam sebenarnya terus berusaha dan belajar juga. termasuk blog ini. posting-posting di sini pada bagian ilmu pengetahuan adalah kepingan usahaku. yang lebih sistematis ada di blog lain di daftar blogku. aku berharap setidaknya aku berusaha dan memiliki prestasi, yaitu posting-posting itu. nanti kalau sudah selesai siapa tahu bisa dibukukan. bisa jadi tidak jadi kayak Raditya Dika, tapi jadi tutorial internet atau buku non fiksi juga nggak apa-apa.

terus berusaha dalam hidup walau merayap hingga terbitnya matahari di pagi hari.

kalau saat itu sudah tiba, saat aku sudah bisa sukses di kesempatan kedua, baru aku akan bisa bertemu teman-temanku lagi. baru aku akan bisa berkumpul dan bercanda lagi, menceritakan pengalaman hidup yang mengasyikkan, penuh warna dan rasa. saat itulah aku akan bisa percaya diri menjalani hidup. bahagia dan hidup sepenuhnya. menikmati seutuhnya.

 

3 komentar:

  1. Hidup mengalir aja. Nggak usah pake target tapi maju terus.

    BalasHapus
  2. Inspiratif 👍 Bisa menjadi motivasi untuk putri saya yang masih kuliah. 😊

    BalasHapus
  3. terima kasih. padahal curhat galau, bisa inspiratif juga ya?

    BalasHapus