Rabu, 09 September 2020

mindset



teman-temanku mengatakan kalau aku harus mengubah mindsetku. sudah lama mereka mengatakannya. aku terus memikirkannya, tapi aku nggak benar-benar mengerti. aku terus berusaha belajar psikologi, mencari informasi dan ilmu agama tapi tetap juga tidak mengerti. aku mencoba bertanya kepada banyak orang tapi tetap tidak paham.


aku akhirnya mencari di google. di situs dosen pendidikan (https://www.dosenpendidikan.co.id/mindset-adalah/) dinyatakan bahwa: Mindset terdiri dari dua kata yaitu mind dan setmind is seat of thought and memory; the center of consciousness that generates thoughts, feelings, ideas, and perceptions, and stores knowledge and memories (sumber pikiran dan memori, pusat kesadaran yang menghasilkan pikiran, perasaan, ide, persepsi menyimpan pengetahuan dan memori. set is a preference for or increased ability in a particular activity (mendahulukan peningkatan kemampuan dalam suatu kegiatan, biasa juga diartikan keadaan utuh /solid).

Pengertian Mindset


Mindset Adalah posisi atau pandangan mental seseorang yang mempengaruhi pendekatan orang tersebut dalam menghadapi suatu fenomena. Mindset terdiri dari seperangkat asumsi, metode atau catatan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang tertanam dengan sangat kuat. Menurut Mulyadi “2007:71”, mindset merupakan sikap mental mapan yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka.




Menurut James Artur Ray mindset artinya kepercayaan kepercayaan (sekumpulan kepercayaan) yang mempengaruhi sikap seseorang, atau suatu cara berfikir yang menentukan prilaku pandangan, sikap, dan masa depan seseorang.




Menurut dr. Ibrahim Elfiky di dalam beberapa buku motivasinya, “mindset adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.”



Dari definisi diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa mindset sebenarnya kepercayaan (belief), sekumpulan kepercayaan atau cara berfikir yang mempengaruhi prilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.

===================================================

kalau begitu mindset berkaitan dengan kepribadian. aku pernah mempelajari bahwa kepribadian adalah sesuatu yang membuat seseorang unik. kepribadian memiliki dua unsur: pola pikir dan pola sikap. pola pikir adalah standar yang ditempuh seseorang dalam menilai sesuatu. sesuatu itu bisa berupa suatu benda, seorang manusia, perbuatan atau peristiwa. bisa juga berupa kebijakan dll. misalnya menilai bunga bank itu baik atau buruk sehingga boleh atau tidak mengambilnya. pola sikap adalah pola perbuatan yang biasa dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan hatinya. contoh: kalau makan biasa pakai daging babi atau tidak. suka minum alkohol atau tidak. kalau suka makan daging babi dan minum aklkohol, maka pola sikapnya adalah konsumen keduanya.

dasar dari pola pikir adalah pandangan hidup atau worldview. pandangan hidup ini mencakup jawaban dari simpul besar kehidupan manusia. simpul besar ini adalah pertanyaan-pertanyaan tentang:

  • dari mana manusia berasal?

  • untuk apa manusia hidup?

  • ke mana manusia setelah mati?

  • bagaimana semestinya manusia menjalani hidupnya?


jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas akan menentukan pola pikir, pandangan hidup dan jalan hidup manusia. ada beberapa jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas melahirkan ideologi-ideologi tertentu. misalnya ideologi kapitalisme, sosialisme dan Islam. aku tidak akan berpanjang lebar membahas hal ini. cukup singkat saja.

pola pikir berikutnya menyangkut persepsi. persepsi adalah proses penilaian terhadap sesuatu. penilaian ini memang benar mirip dengan pola pikir, tapi ini kasuistik. sebuah pola pikir berupa standar, peraturan, nilai, pandangan dan pemikiran yang menyeluruh tentang segala sesuatu. sedangkan persepsi ini khusus tentang sesuatu. suatu objek. misalnya persepsi tentang liberalisasi ekonomi, privatisasi BUMN, sekulerisme.  persepsi ini dibentuk dari informasi-informasi dan pengetahuan yang dimiliki. informasi yang dimiliki bisa berasal dari penginderaan secara langsung maupun tak langsung. penginderaan secara langsung misalnya pernah melihat secara langsung, mendengar langsung, menyentuh, mencium, meraba dsb. penginderaan secara tak langsung misalnya melalui berita di TV, internet, pernah mendengar dari orang lain dsb.

pola sikap agak berbeda tapi asalnya sama. pola sikap yaitu, kebiasaaan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup dan keinginannya, meskipun berwujud tindakan nyata, asalnya dari persepsi dan pemikiran seseorang. jika seseorang memiliki persepsi terhadap suatu makanan buruk, maka dia tidak akan mau memakannya. misalnya dia alergi udang. maka persepsinya bahwa udang itu buruk. udang itu membahayakan kesehatannya. maka dia tidak mau makan udang. maka pola sikapnya, dia selalu berusaha makan makanan yang tidak mengandung udang. dia tidak mau makan udang.

dalam teori kepribadian yang aku pelajari, kepribadian seseorang tidak tergantung fisik, pakaian, warna kesukaan, golongan darah, tanggal lahir, zodiak dsb, tapi tergantung pada agama, ideologi dan budaya kehidupan. maka pembahasannya menjadi mengenai masalah agama, sosial budaya dan politik. kurasa aku sudah mempelajari hal itu. pengetahuanku memang masih minim, tapi kurasa aku sudah tahu dasarnya dan intinya.

dan setelah kupelajari dalam-dalam kupikir yang dimaksud aku harus merubah mindsetku bukan masalah agama, sosial, budaya atau politik. masalah itu sudah kupelajari dan masih akan aku pelajari. belajar itu seumur hidup. tapi satu celah yang aku sadari perlu aku pelajari adalah psikologi.

aku perlu belajar tentang psikologi seperti:

  • percaya diri

  • optimisme

  • antusias

  • kebanggaan

  • bersabar

  • bersemangat


itulah hal-hal yang perlu aku pelajari. aku masih harus menjernihkan persepsiku karena persepsiku tentang hal-hal yang positif kadang bercampur dengan hal-hal yang negatif. aku harus menjernihkan konsep-konsep yang kumiliki supaya aku bisa melihat dengan jelas hal-hal yang harus kulakukan, aku tempuh dan aku jalani di dunia ini.

hal-hal di atas tidak ada dalam kajian agama yang selama ini aku cari. selama ini yang ada dalam kajian agama adalah rukun islam, rukun iman, ibadah, akhlak. manusia harus selalu beribadah, beriman, bertaqwa, mendekatkan diri kepada Tuhan, membersihkan hati dsb. tidak ada ruang untuk menjalani kehidupan, bagaimana menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. karena itu kupikir aku harus mencari sendiri solusi masalah hidupku di dunia ini di luar agama.

aku akan mencarinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar