Minggu, 13 September 2020

persepsi kehidupan



berkaitan dengan posting sebelumnya yang membahas tentang mindset, kali ini aku akan membahas tentang persepsi tentang kehidupan. persepsi ini berkaitan juga dengan paradigma, gambaran kehidupan atau cara manusia memandang kehidupan.

bagaimana manusia memandang kehidupan? khususnya bagaimana aku memandang kehidupan?

aku membangun persepsi kehidupan berdasarkan fakta, hati dan akal. fakta maksudnya adalah kenyataan yang dapat ditangkap panca indera sehingga terbukti kebenarannya. dengan kata lain kenyataan. karena kita hidup dalam kenyataan, jadi kita harus memiliki persepsi kehidupan yang nyata, bukan khayalan atau fantasi. kalau hidup mengikuti khayalan dan fantasi, itu gila namanya.

hati maksudnya menenangkan hati. persepsi kehidupan yang menenangkan hati adalah persepsi kehidupan yang memberikan harapan bahwa kehidupan akan menjanjikan kepada kita dan memberikan kepada kita kesempatan untuk bermimpi, memiliki impian, kebahagiaan, kesuksesan, persahabatan, cinta, keluarga, perdamaian. persepsi kehidupan yang aku terima, aku cintai, aku percayai dan aku harapkan untuk aku ikuti adalah persepsi kehidupan yang positif, bukan yang negatif. karena aku ingin menjaga pikiranku tetap positif. sebab pikiran positif akan membawa kita kepada kesuksesan dan kebahagiaan sedangkan pikiran negatif akan membawa kita kepada kegagalan, kesedihan, keburukan dan penederitaan.

akal maksudnya mengikuti akal pikiran dan logika. karena manusia adalah makhluk yang berakal, bukan sekedar hewan yang mengikuti nafsu. jadi manusia harus berpikir dalam hidupnya, bukan sekedar mengejar keinginan nafsu semata. manusia harus berpikir mau ke mana hidupnya, apa yang akan dia lakukan dalam hidupnya, dan bagaimana dia menjalani hidupnya. pola kehidupan/ jalan hidup yang akan aku ikuti dalam kehidupan adalah kehidupan yang benar, yang sesuai dengan kenyataan, dengan hukum alam dan kebaikan universal yang mencakup seluruh dunia.

contoh: aku melihat di mana-manusia pergi ke sekolah, bekerja dan mengurus rumah. aku memahami alasan dan tujuan mereka. mereka sekolah untuk mencari ilmu pengetahuan untuk menjalani kehidupan. mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan hati sebagai hiburan sebagai cara untuk beristirahat dan menikmati kehidupan. tanpa itu hidup manusia akan terasa berat dan hampa karena hanya berisi kewajiban dan rutinitas yang menekan dan membosankan. manusia mengurus rumah untuk menjaga kebersihan sebab kebersihan pangkal kesehatan. aku melihat faktanya. akalku menerima alasan, tujuan dan caranya. hatiku pun tenang dengannya karena dengan itu manusia bisa terus hidup, bekerja, menjalankan kewajiban kehidupan, menikmati kehidupan, berbuat kebaikan bagi orang lain yang mana semua itu akan membawa manusia kepada kebahagiaan.

oleh karena itu aku menolak persepsi kehidupan, ajaran, informasi, pengetahuan yang tidak sesuai dengan fakta, hati dan akal. aku menolak ajaran yang menyuruh manusia menjalani kehidupan yang menyedihkan, yang menyakitkan dan tidak menenangkan.

karena itu juga jika ada seorang agamawan yang menyuruhku mengubahmindsetku, persepsi kehidupan dan pola hidupku sesuai persepsi dan jalan hidup yang mereka inginkan, aku menolaknya. aku selalu gagal mengikuti mereka karena persepsi kehidupan yang mereka paksakan/ atau mereka perintahkan untuk aku ikuti adalah persepsi kehidupan yang negatif. persepsi kehidupan yang mereka perintahkan antara lain:

  1. jangan punya impian dan cita-cita! itu panjang angan-angan.
  2. jangan jadi orang kaya! itu cinta dunia.
  3. jangan bersenang-senang di dunia! itu cinta dunia.
  4. kamu harus memperbanyak ibadah dan mengurangi kesenangan hidup!
  5. kamu harus miskin! harus hidup sederhana. seperlunya saja.
  6. harus menjauhi dunia!
  7. harus berdakwah mengurusi kehidupan orang lain! padahal orang-orang ingin mengurusi hidup mereka masing-masing dan tidak ingin diganggu oleh orang lain.
  8. doa tidak bisa mengubah takdir.
  9. di dunia ini ada takdir. takdir manusia telah ditetapkan. manusia tidak akan bisa lari darinya atau mengubahnya. manusia hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
  10. manusia tidak terlahir hidup bebas. ada aturan kehidupan yang harus dipatuhi manusia. aturan itu mencakup seluruh kehidupan manusia. tidak ada yang lolos aau lepas darinya.
  11. manusia tidak boleh menginginkan surga atau selamat dari neraka, tapi hanya boleh ingin mendapatkan ridha Tuhan.
  12. bahagia adalah ridha Tuhan.
  13. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  14. manusia diperintahkan, bahkan diwajibkan berdoa. doa adalah perintah wajib. tapi nanti cara Tuhan mengabulkannya terserah Tuhan. manusia tidak bisa memaksa Tuhan mengabulkan doa seperti yang manusia inginkan.
  15. tidak boleh beriman pada sebagian kitab dan menolak sebagian kitab. harus menerima semuanya.
  16. tidak boleh ada keberatan dalam hati dalam menerima aturan Tuhan. harus sukarela menerima semuanya. kalau ada keberatan berarti pada sejatinya dia tidak beriman kepada Tuhan. kafir.
  17. budaya masyarakat, aturan agama dan aturan negara yang tidak ada, tapi harus dipatuhi.
  18. aturan wajib mengkritik penguasa padahal mengkritik penguasa beresiko kehilangan kenyamanan hidup, harta, keluarga bahkan nyawa. aturan ini membahayakan kehidupan pribadi.
  19. harus hidup mengikuti adab dan budaya tertentu padahal adab, adat dan budaya itu tidak diterapkan oleh masyarakat. kalau diterapkan, hidupnya jadi aneh, berbeda dari masyarakat kebanyakan. nanti jadi digosipkan masyarakat, digunjingkan, dikucilkan bahkan dijauhi masyarakat. nanti jadi tidak bisa bergaul dengan masyarakat. padahal manusia tidak bisa hidup sendiri. setiap manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kalau dia dikucilkan, dia jadi tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. nanti lama-lama dia bisa mati sendirian, kelaparan, diboikot oleh masyarakat sekitarnya.
  20. harus mau berjuang demi agama walau mengorbankan pekerjaan. katanya nanti kalau di-PHK, bisa cari kerja lain. padahal mencari pekerjaan zaman sekarang susah.
  21. mengajarkan cara hidup tertentu hanya dengan berbicara atau menceritakan saja tanpa menunjukkan fakta atau prakteknya. jadinya ajaran agama itu sekedar nasehat, pengetahuan atau kata-kata di mulut saja tanpa menjadi kenyataan. jangan-jangan ajaran itu cuma khayalan dan fantasi saja. bukan fakta.

contoh-contoh di atas masih sebagian ajaran-ajaran yang aku keberatan menerimanya. kalau aku bilang menolaknya, aku bisa-bisa langsung dihukumi kafir, sesat dan diancam masuk neraka selamanya dan tidak akan bisa selamat darinya.

jadi bagaimana?

aku selama ini gagal mengikuti ajaran-ajaran di atas. aku tidak berubah-ubah juga seperti ajaran di atas. aku tidak mau dan tidak bisa mengubah pemikiranku agar sesuai seperti di atas. aku masih mengikuti pola pikir, mindset, persepsi kehidupan yang lama, tidak mengikuti yang baru.

sebab pemikiran, persepsi kehidupan dan pola pikir yang lama itu yang ada faktanya, sesuai dengan akal dan menenangkan hati. karena itu aku terus mengikutinya. aku terus mempertahankankannya. karena itu juga aku tidak mau berubah, melepaskannya dan menggantinya.

pemahaman yang baru itu tidak menenangkan hati. dia membuatku gelisah dan tidak tenang. aku tidak bahagia dengannya. bagaimana nanti kalau aku melakukannya, terus datang bahaya kepadaku? misalnya mengkritik penguasa kemudian ditangkap polisi, dipenjara, disiksa lalu dibunuh. bagaimana nanti kalau meninggalkan pekerjaan demi memperjuangkan agama terus kelaparan gimana? aku akan mati kelaparan. bagaimana nanti anak dan istriku? aku menolak jalan hidup yang membawaku pada kematian, kemiskinan, kesusahan hidup, penderitaan, kesulitan dsb.

hidup manusia sudah susah. harusnya dipermudah, bukan dipersulit. harusnya diperringan, bukan dipersusah atau diperberat. salah satu fungsi teknologi adalah mempermudah kehidupan. fungsi akal manusia juga untuk mempermudah hidup manusia. salah satunya melalui teknologi dan etika. tata krama dibuat untuk memudahkan hidup manusia. begitu juga. katanya agama adalah solusi problematika kehidupan manusia dan memberikan jalan keselamatan. maka harusnya dia juga memberikan solusi keringanan dan kemudahan kehidupan manusia, bukan memperberatnya dengan beragam kewajiban, aturan dan tugas-tugas berat lainnya, apalagi dengan beban yang di luar kemampuan manusia, seperti mengubah negara dengan satu orang biasa yang bukan siapa-siapa. kalau beberapa pejabat negara bisa saja mengubah negara. mereka punya pengikut yang banyak dari sebagian rakyat. tapi satu rakyat sipil nolep hampir mustahil berhasil melakukannya.





itulah pendapatku. bagi yang tidak setuju, punya usul, tambahan, silakan menanggapi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar