bertahun-tahun aku telah membuat banyak kesalahan. semua itu karena aku membuat keputusan yang salah. oleh karena itu aku tidak mencapai keberhasilan dalam hidupku.
belajar dari semua itu, aku tak ingin lagi membuat kesalahan, setidaknya kesalahan yang sama. aku harus membuat keputusan yang tepat dalam hidupku atau hidupku akan tersesat dalam banyak masalah.
mulai sekarang, sebenarnya sudah sejak 9 tahun yang lalu, 2011, aku telah berjanji aku akan membuat keputusan yang tepat. keputusan yang tepat adalah keputusan yang tidak akan aku sesali, sekarang atau nanti. keputusan itu adalah keputusan yang akan membawaku pada kesuksesan, kebahagiaan, keberhasilan serta menjauhkanku dari kesalahan, musibah, penderitaan dan masalah dalam hidup ini. aku ingin menjalani hidup ini dengan lancar, bahagia, selamat di dunia hingga akhirat.
oleh karena itu aku belajar banyak ilmu pengetahuan. di antaranya filsafat, agama, matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, sosiologi, politik, bahkan bahasa, budaya, anime, film dll. dari mereka aku berharap aku akan mengetahui tentang hukum alam, kebenaran dunia dan mengikutinya. aku yakin jika aku mengikuti kebenaran dan hukum alam, aku akan dapat melihat banyak pilihan, jalan yang benar serta keputusan yang tepat.
aku ingin mengambil keputusan yang tepat yang tidak akan menjadi salah di masa depan. oleh karena itu aku harus melihat ke masa depan. aku harus menjadi seorang visioner, seorang futuristik. mungkin seperti peramal masa depan. untuk itu aku harus mempelajari teknologi terkini untuk memahami trend apa yang akan terjadi di masa depan. tidak hanya hari ini atau minggu ini, tapi bisa juga beberapa bulan lagi, beberapa tahun lagi bahkan puluhan hingga ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan tahun ke depan. manusia harus siap berubah. kalau tidak dia akan dilindas oleh perubahan zaman.
meskipun begitu tidak berarti melupakan masa lalu. ada pengetahuan-pengetahuan yang abadi di dunia ini. pengetahuan ini tetap bertahan melewati abad demi abad. misalnya filsafat, agama, dasar-dasar kehidupan dan teknologi. kalau ingin mendaki ke langit jangan lupakan dasarnya! itulah pesanku.
tapi ternyata tidak mudah. jalan kebenaran itu tidak selalu mudah dan menyenangkan. kadang ada penderitaan di dalamnya. kadang dalam jalan yang salah dan sesat ada kemudahan. karena itu aku masih juga mengambil jalan yang salah. karena jalan yang salah itu yang bisa kutempuh, sedangkan jalan yang benar itu begitu sulit dan berat.
setelah melewati perjalanan panjang, aku akhirnya sadar. jalan yang benar dan yang salah tidak selalu mudah. dalam keduanya ada mudah dan sulitnya. lalu apakah bedanya antara keduanya? dulu aku pikir aku akan mengikuti keputusan dan jalan yang benar karena aku pikir dia akan membawaku pada kehidupan yang selamat, damai dan bahagia tanpa masalah, tapi ternyata ada masalah di dalamnya, bahkan masalahnya makin lama makin besar. kata orang itulah ujian kehidupan. makin besar kekuatan dan derajat seseorang, ujian, masalah dan lawannya makin kuat.
jalan yang salah, awalnya mudah dan menyenangkan. dia menawarkan kemudahan, kesenangan dan kenikmatan instan. misalnya mencontek, korupsi, mencuri. semua itu cara-cara instan untuk mendapatkan nilai, harta dan sebagainya. ada narkoba dan alkohol untuk kesenangan sesaat, tapi penderitaannya akan datang setelahnya. seperti mabuk, kecanduan dll.
jalan yang benar atau jalan yang salah?
tentu saja jawabannya jelas bagi orang yang menggunakan akalnya. mengikuti jalan yang benar. tapi ternyata tidak semudah itu. di dalam jalan yang benar masih ada banyak jawaban yang benar. kemudian di antara semua itu, yang mana yang paling baik? mana yang paling tepat? misalnya menolong orang lain itu baik. tapi apakah kita harus menolong semua orang? kalau orang itu penjahat, pembunuh, pemerkosa, atau koruptor, apakah kita akan menolongnya?
misalnya ada teman sekelas kita yang tidak sengaja memecahkan vas di meja guru. Pak guru menanyai semua anak. tidak ada yang tahu selain kita dan anak itu sendiri. anak itu tidak mau mengaku. apakah kita akan mengatakannya kepada guru? atau kita akan melindungi teman kita itu? bagaimana kalau seluruh isi kelas dipertaruhkan. pak/ Bu guru mengatakan akan menghukum seluruh isi kelas. mereka harus patungan untuk mengganti vas yang pecah dan membersihkan kelas. anak-anak yang tidak memecahkannya jadi kesal dan marah. mereka tidak melakukannya dan tidak tahu apa-apa tapi jadi korban. mereka tidak terlibat tapi jadi harus menanggung akibatnya. kita memilih menolong satu kelas atau satu orang? mengatakan kebenaran atau berdusta? bagaimana jika anak pelaku itu teman dekat kita? pertaruhannya antara persahabatan dan prinsip pribadi. selama ini bagaimana perlakuan teman-teman sekelas terhadap kita, semua itu mempengaruhi keputusan kita.
lebih dalam lagi, kenyataan tidak sesederhana dalam teori ilmu pengetahuan yang ada di buku-buku. di ekonomi kita diajarkan untuk bersikap ekonomis, efektif, efisien, hemat. kalau dijadikan sebagai pedoman hidup kita bisa-bisa menjadi penganut kapitalisme, materialisme dan individualisme. kalau ada pengemis minta uang kita akan menolongnya atau tidak? apakah bedanya antara sedekah dengan boros dalam ilmu ekonomi? apakah uang sedekah itu nanti akan membawa perubahan dalam masyarakat? apakah uang sedekah itu akan membawa kebaikan dalam hidup kita?
tidak hanya itu. misalnya dalam ilmu komunikasi kita diajarkan untuk berbicara menurut kaidah KISS, keep it short and simple! maksudnya kalau berbicara harus singkat, tegas, padat dan jelas. tapi secara etika hal itu tidak sopan. secara etika harus ada basa-basi dulu, perkenalan, harus memperhatikan perasaan orang lain, kira-kira bagaimana kondisi orang lain, bagaimana seandainya kita di posisi mereka, bagaimana perasaan kita jika ada orang lain mengatakan hal yang sama kepada kita? kita bisa menerimanya atau tidak, atau malah akan sakit hati. lalu nanti dampaknya terhadap orang lain apa? masalah apa yang akan timbul jika ide kita diterapkan? semua itu harus dipikirkan.
alhasil semua belum jelas. yang jelas aku ingin membuat keputusan yang tepat dalam hidupku. tapi realisasi praktisnya seperti apa masih belum ada. aku masih harus banyak belajar dalam hidup ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar