atasanku pernah menyampaikan kritik kepadaku. katanya aku itu orangnya kaku. waktu itu aku belum begitu memikirkannya. aku hanya menganggap diriku bersikap disiplin. waktunya kerja ya kerja. waktunya istirahat ya istirahat. aku hanya mau bekerja sampai jam kerja habis. setelah itu aku pulang. aku tidak mau terlambat pulang sebab kesibukanku banyak setelah bekerja seperti mengurusi rumah. aku juga tidak mau bekerja lembur dan di hari minggu. aku hanya menganggap bekerja sabagai kewajiban. aku mau bekerja tapi aku tidak mau menghabiskan hidupku untuk bekerja untuk uang karena tujuan hidupku bukan untuk mencari uang. tujuan hidupku adalah rencanaku sendiri, mengejar kebahagiaan dan hidup yang bermakna.
aku pernah berpikir hal seperti ini. saat mendengarkan kritik dari orang lain, aku menganggapnya sebagai celaan. mungkin iya mungkin tidak. aku pernah membaca cerita seperti ini:
seorang bapak dan anaknya pergi ke kota dengan membawa keledai. mereka melewati beberapa desa. si anak naik keledai sedangkan si bapak menuntun keledai.
di desa pertama penduduk desa mencela mereka," bagaimana, sih anak itu? dasar anak tidak berbakti! masak dia enak-enak sedangkan bapaknya disuruh susah?"
keduanya menurut. kali ini si bapak naik keledai sedangkan si anak menuntun keledai.
di desa kedua penduduk desa mencela mereka,"bagaimana sih, Bapak itu? dasar nggak berperikemanusiaan! nggak sayang anak! masak dia enak-enak sedangkan anaknya disuruh susah?"
keduanya menurut. kali ini keduanya naik keledai.
di desa ketiga penduduk desa mencela mereka. mereka bilang," dasar tidak punya kasihan! apa tidak mikir tentang keledainya? Lihat tuh! keledainya terlalu berat nggak kuat mengangkut keduanya."
keduanya menurut. kali ini keduanya turun dari keledai dan berjalan berdua menuntun keledai.
di desa keempat penduduk desa menyindir mereka," dasar bapak anak bodoh! punya keledai nggak dipakai."
arti dari cerita di atas apa?
artinya kita tidak akan bisa memuaskan semua orang. akan selalu ada orang yang tidak puas, tidak setuju dan tidak senang dengan kita. kita tidak perlu menyenangkan semua orang. kita hanya perlu memuaskan diri kita sendiri.
itulah yang aku yakini. tujuan hidupku bukan untuk menyenangkan semua orang. aku tidak bisa menuruti keinginan semua orang. aku hanya bisa menuruti keinginan diriku sendiri. aku hanya bisa memuaskan diriku sendiri, tak peduli apa kata orang.
karena itu aku tidak begitu peduli apa kata orang. tapi itu aturan kedua. aturan pertamaku adalah berusaha mementingkan orang lain. berusaha menyenangkan orang lain. rela berkorban demi orang lain. itu yang diajarkan padaku. tapi jika orang lain tidak menghargaiku dan jika terjadi konflik kepentingan dengan banyak orang, di mana aku tidak bisa mengakomodasi semuanya, aku harus memilih. maka aku harus mengorbankan sebagian orang demi sebagian yang lain. maafkan aku. aku harus memilih. aku tidak bisa memilih keduanya.
seandainya di anime aku harus membunuh atau mengorbankan teman, keluarga atau siapapun demi menyelamatkan dunia, maka aku akan melakukannya. aku sebenarnya tidak ingin melakukannya, tapi aku terpaksa oleh keadaan. maafkan aku, kawan!
bosku juga menyebutkan aku egois. maaf, aku harus begitu. aku harus menyelamatkan diriku dalam kehidupan di dunia ini. aku dilarang bunuh diri. jadi aku harus bertahan hidup di dunia ini walau harus menjadi jahat. aku harus berhemat. aku tidak boleh bersedekah dan membantu orang lain supaya aku bisa berhemat dan menyelamatkan diriku sendiri. menurutku sedekah itu sama dengan boros. jadi aku tidak boleh melakukannya demi berhemat demi bertahan hidup di dunia materialistis ini.
setelah sekian lama aku mulai berpikir tentang kaku. kaku artinya tidak luwes, tidak fleksibel. luwes dan fleksibel artinya mudah berubah. aku melihat mudah berubah itu sama dengan plin plan. maka dari itu aku menolaknya. aku tidak mau menerimanya. bagiku, sebutan kaku adalah tuduhan sisi negatif dari suatu sikap yang sama dari suatu perbuatan. perbuatan itu adalah mempertahankan diri, baik pemikiran, perasaan dan pola sikap yang menjadi perilaku dalam kehidupan. mempertahankan diri itu punya sisi positif yang disebut kukuh pendirian dan teguh pendirian. jadi menurutku aku adalah orang yang teguh pendirian.
kaku dan teguh pendirian adalah dua sisi dari perbuatan yang sama. jadi silakan semua orang menyebutku kaku sedangkan bagiku aku teguh pendirian. silakan mereka menilaiku negatif sedangkan aku menilai diriku sendiri positif. karena mereka haterku. biarkan saja mereka.
lebih lanjut, kaku itu aku pikir artinya tidak luwes, tidak fleksibel, egois. tidak fleksibel artinya tidak bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. ada contoh sikap fleksibel seperti ini: seorang laki-laki bisa bersikap sebagai seorang suami, ayah dan karyawan kantor. untuk berhasil pada ketiga aspek dan kondisi tersebut maka dia harus bersikap dengan sikap yang tepat pada masing-masing kondisi tersebut. misalnya mesra pada istri, bisa melucu dan menghibur pada anaknya dan bekerja dengan giat dan produktif sebagai karyawan kantor. jika dia bersikap dengan sikap yang berbeda pada kondisi yang berbeda dengan sikap yang tepat sesuai kondisi, maka dia disebut luwes dan fleksibel. kalau tidak, dia akan disebut kaku.
orang yang kaku juga disebut tidak bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan dan perubahan. mereka tidak bisa beradaptasi terhadap lingkungan baru yang berbeda.
sedangkan egois yang dimaksud adalah tidak mau berkorban demi orang lain. tidak mau menolong orang lain. tidak mau peduli pada orang lain. tidak mau meluangkan waktu untuk orang lain. bosku, saudaraku dan seorang temanku ada yang pernah bilang kalau aku egois. aku tidak begitu mengerti apa maksud mereka. padahal aku sudah berusaha mementingkan orang lain. aku sudah rela berkorban demi orang lain dan aku sudah mendahulukan orang lain, tapi orang lain masih menganggap aku egois. kalau sudah begitu maka aku tidak perlu menuruti kata-kata orang lain. aku cukup percaya dan mengikuti kata-kata hati diriku sendiri.
aku hidup mengikuti tujuan, rencana dan program sendiri. aku punya jadwal yang ketat untuk segala aktivitasku. ada waktunya untuk orang lain dan ada waktu untuk diriku sendiri. hidup harus seimbang antara diri sendiri dan orang lain. ada waktunya serius dan ada waktunya santai. ada waktunya urusan dunia dan ada waktunya urusan akhirat. ada waktunya kerja dan ada waktunya istirahat. itulah jalan hidup yang aku yakini. itulah jalan hidup yang aku tempuh. mantap!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar