Minggu, 07 Juni 2020

terkena gangguan jin



hari minggu 24 mei aku pulang kampung ke rumah keluargaku. aku tinggal di sana rencananya sampai hari rabu tapi karena kehabisan pakaian ganti, aku jadi harus kembali ke kos-kosanku hari selasa pagi. aku ke kos-kosan selasa pagi. aku lalu mengurus aplikasi mobile banking-ku ke bank hari selasa. aku lalu ke rumah teman lalu balik ke kos-kosan.


hari kamis siang aku kembali ke kampung halaman. siangnya aku bertemu kakakku. dia tersenyum padaku. aku merasa masih biasa saja. aku tidur siang. kemudian pukul 13.30 aku mendengar suara-suara.

mbakku datang bersama suaminya. mereka mendatangkan seorang kakek tua ke dalam kamar kakakku pas. mbak Sri. kakek itu membaca sesuatu dalam bahasa jawa. sebagian aku pahami kata-katanya tapi sebagian tidak. kata-katanya cepat. kakek itu membakar sesuatu di genteng. lalu membawa bunga telon. lalu meminumkan air ke mbak Sri. lalu terjadi reaksi.

sorenya kami ngobrol bersama keluarga. saat siang tadi aku kaget. sorenya baru aku bisa berpikir kalau kakakku kemasukan jin. gaya berbicaranya jadi berbeda. gaya bicaranya jadi bahasa indonesia. ibuku ingin mengobati dengan ramuan kakek tua tadi tapi mbak sri tak mau. ibuku mendesak, mbak sri menolak keras sampai membentak. mbak sri sampai berbicara bahasa inggris. aku merasa aneh juga. aku lalu mengajak bicara mbak sri, lebih tepatnya dengan jinnya.

kata jinnya dia berasal dari arab. dia datang karena mbak sri mencari sayembara di google. mbak sri kalah lalu kemasukan jin. awalnya aku percaya saja.

besoknya jin itu minta dicarikan susu milo bubuk kotak. aku cari di toko depan rumah. gak ada. di toko sebelah gak ada. sebelahnya juga gak ada. aku harus cari ke pasar yang jauh di desa seberang.

di jalan aku berhenti sebentar. aku mampir di masjid. aku mencari informasi di google. bolehkah permintaan orang yang kesurupan dituruti? bukankah mereka kemasukan jin? bukankah permintaan mereka sebenarnya permintaan jin? kan yang sebenarnya berbicara jinnya, bukan orangnya? kalau menuruti permintaan jin termasuk syirik kan? aku cari dulu. hasilnya ada yang bilang nggak boleh. aku tanya temanku. jawabnya gak usah dituruti.

aku juga mendapatkan informasi bahwa jin itu pada dasarnya suka berdusta jadi ucapannya tak bisa dipercaya. aku jadi tak begitu percaya lagi kata-katanya semalam. begini, katanya dia datang karena mbak sri kalah sayembara. mbak sri main sayembara di google. bagaimana caranya mbak sri mencari di google? mbak sri nggak punya android. dia gak punya akses internet. walau di tetangga ada warnet, aku gak yakin mbak sri ke sana. mbak sri kalau mau internetan selalu pakai punyaku. kata kakek tua kemarin mbak sri kemasukan mulai selasa malam rabu. aku pulang ke kos-kosan selasa pagi. mbak sri nggak bisa internetan dong? kalau ada adik sepupu yang punya android, mbak sri kayaknya nggak pinjam androidnya. jadi kata-kata jin semalam itu bohong.

aku kembali ke rumah. aku abaikan susu milo itu. saat jin itu minta, aku bilang nggak ada. aku masuk kamar. beberapa saat kemudian dia keluar rumah. dia ke warung depan rumah. dia mengambil beras, merobeknya dan menuangnya di jalanan menyeberang jalan. dia berseru yang di selatan ke selatan saja. yang di utara ke utara saja. aku ke warung itu untuk mengganti rugi pemilik warung.

mbak sri masuk rumah kemudian keluar membawa ceret air dan gelas. dia berjalan ke utara. aku mengejarnya. dia menaruh gelas dan ceret di tengah gerbang rumah tetangga yang terbuka. aku segera mengambilnya dan mengembalikannya ke rumah. mbak sri berlari ke selatan. aku mengejarnya. setelah dapat, kupegang dan kubawa pulang. dia menolak. dia lemas, terjatuh di tanah. aku berusaha mengangkatnya tapi gak bisa juga. aku mau seret tapi gak bisa. ada tetangga yang melihat, menawarkan bantuan. kami bertiga menggendong mbak sri ke rumah.

di rumah, mbak sri ditutup di pintu. pintunya diikat dengan tali tambang dan diganjal dengan bambu. tapi kedengaran mbak sri mau menendang kaca. aku mencari kayu palang kemudian tetangga memaku jendela kaca. kami menunggui biar tenang. kemudian aku mau masuk tapi mbak sri memberontak keluar. aku menahannya. dia sampai mencakar tanganku tanpa kusadari. kami lalu mengikat tangan dan kakinya dengan sarung dan kain panjang. aku terus menunggui di rumah sampai nggak sholat jumat. aku sendirian. tetangga sudah pulang semua. ibuku belum datang.

sorenya waktu aku buka, ternyata tali itu sudah lepas semua. aku cuma bisa mengunci pintu dengan tali. kemudian malam terdengar suaranya. dia berisik sekali. berteriak-teriak, berbicara dan mengomel sendiri. dia juga memukul-mukul pintu. aku jadi nggak bisa tidur. yang aku khawatirkan kalau dia nanti akan menendang jendela kaca hingga pecah, dia akan bisa kabur. itulah kelemahan penjagaan kamarnya. aku jadi nggak bisa tenang.

aku tertidur pukul 02.30 pagi. setelah subuh aku masih mengantuk. tapi dia berisik lagi. aku jadi mengantuk tapi tak bisa tidur dengan tenang. perasaanku selalu was-was. kejadian ini berlangsung selama beberapa hari.

hari sabtu pagi ibuku mengajakku menemui seorang kakek. katanya kakek itu haji. aku mengiyakan saja. aku membonceng ibuku ke sana. kami bertemu keluarganya dan kakek itu. kami sampaikan keperluan kami. kami minta bantuan kakek itu untuk menyembuhkan mbak sri. kakek itu menyanggupi. aku membonceng kakek itu ke rumah. kakek itu masuk kamar mbak sri. dia meletakkan tangannya di atas mbak sri. mbak sri bergumam,"saya berada di atas tempat yang tinggi. saya melihat di ufuk yang terang" dst. kakek itu kemudian keluar. aku pikir aku akan melihat adegan pertarungan ruqyah yang dramatis, tapi ternyata tidak. kakek itu meminta aku membelikan aqua mineral. aku pun mencari di toko di depan. aku berikan ke kakek itu. kakek itu bertanya di mana tempat yang sepi. aku tunjukkan kamar sebelahku. kakek itu masuk. aku tungguin. kakek itu kemudian keluar. dia berpesan kalau aku hendaknya memberi mbak sri minum air mineral yang dimintanya tadi atau membasuk muka mbak sri dengan air mineral tersebut.

hari senin 01 juni ustadz adikku datang. dia meruqyah mbak sri. dengan bacaan satu ayat surat yasin, satu ayat surat taubah, surat Al-anbiya dan surat-surat lain dia menghancurkan rumah-rumah jin tersebut. terus ada dialog. jin itu ditanyai tapi nggak mau jawab. ada Mas Edi yang menyemprot sekeliling rumah dengan air yang telah dibacakan doa. setelah itu ngobrol sebentar. pak mastur dan mas Edi kemudian pulang. tinggal sodik yang masih di rumah. Mbak Sri minta mandi. aku perbolehkan tapi ribetnya minta ampun. minta disediakan baju ganti, minta dibersihkan dulu kamar mandinya, pakai joget-joget dulu, nyanyi-nyanyi dulu, istirahat dulu. padahal aku sama sodik sudah sangat mengantuk. sudah zuhur. akhirnya dia mandi. setelah mandi dia kudorong masuk kamar lalu aku kunci pintunya dengan palang bambu. sodik bisa pulang. aku bisa istirahat. kemudian setiap sore dan pagi aku bacakan bacaan ruqyah dari fotokopian yang dibawa adikku.

hari selasa 2 juni aku masuk kerja. jadi aku bolak-balik kedawung - purworejo melewati jalanan. jauhnya 14 Km. jalannya sebagian rusak berat. banyak guncangan di mesin motorku. aku khawatir nanti jangan-jangan mesin motorku rusak. kalau sampai turun mesin kan biayanya besar. aku nggak punya duit buat reparasinya.

jarak tempuhnya 30 menit. aku jadi harus berangkat pukul 06.30 biar tidak terlambat masuk kerja. sebelum itu harus sarapan. harus mandi, bersih-bersih baju juga ruqyah mbak sri. pagi-pagi aku jadi sibuk penuh. nggak ada waktu untuk istirahat setelah subuh. mengantuk berat aku. padahal malamnya juga nggak bisa tidur tenang.

sore pulang kerja harus sampai rumah. jadi gak bisa main game dulu seperti sebelumnya. ditambah beberapa kesibukan, aku sampai rumah pukul 16.45. mandi dulu lalu ruqyah lagi. belum selesai ruqyahnya sudah adzan maghrib. kadang diputus. kadang lanjut setelah maghrib. setelah itu makan.

aku ingin nonton anime yang sudah kutonton kemarin. judulnya clannad. ibuku masuk kamar mengajak ngobrol. awalnya aku dengarkan dan aku hentikan animeku. besoknya, aku lebih memilih nonton anime. besoknya aku ngantuk jadi nggak nonton. jam 07.30 sudah tidur, padahal pingin cepet-cepet namatin. tinggal 6 episode. 2 jam nonton non stop cukup tapi gak ada waktu juga.

hari kamis pagi 4 Juni ada orang nawarin bantuan. dia adalah seorang penjual tempe. ibuku sering beli tempe ke dia untuk dijual lagi. penjual tempe itu mengenalkan seorang yang bisa mengobati gangguan jin. rumahnya di Jl. Tanjung dekat sungai barat jalan. orang pengusir jin itu bisa melihat jin.

aku tanya dulu ke penjual tempenya, apakah dia pakai dukun. katanya bukan dukun. apakah pengusir jin itu pakai kembang. katanya nggak. lihat dulu. ok.

sorenya aku mencari rumah orang yang dimaksud. awalnya aku nggak menemukan rumahnya. aku tanya ke beberapa ibu di dekat sana. mereka menunjuk sebuah rumah hijau pagar biru. aku ke sana. ternyata benar itu rumahnya. namanya Pak M.

kepada pak M aku ceritakan masalahnya. Pak M tanya beberapa hal. aku kemudian disuruh beli kembang telon di dekat jembatan. lalu aqua mineral. aku beli. setelah itu dia bawa ke dalam. dia lalu keluar membawa kembang yang sudah diolah sana sini dan bungkusan kayak bubur putih. dia kasih instruksi seperti kembangnya ditaruh di dalam kamar mbak sri. aku disuruh ngasih minum mbak sri dengan air mineral itu lalu menabur sekeliling rumah dengan bubur putih itu. Pak M nggak bisa ikut karena malam jumat kliwon. bungkusan ini sebagai penahan saja. aku disuruh melakukan apa yang dikatakan. besok pagi disuruh datang untuk menceritakan kondisinya. besok sore pak M mau datang ke rumahku. aku lalu pamitan.

aku langsung tahu kalau cara kembang telon itu nggak sesuai islam. aku nggak mau pakai cara pak M. aku sampai rumah pukul 06.00 PM. aku segera sholat. lalu kedengaran suara jin Mbak Sri gedor-gedor pintu sampai mau rusak. aku jadi gak bisa sholat dengan tenang. aku langsung datangi dia. aku buka kamarnya. aku ikat dia dengan tali tambang. aku jadi penculik psikopat.

aku lalu makan. setelah itu emak mau mandiin Mbak Sri. Emak juga bersihin kamar tidur Mbak Sri. ada aja keribetannya seperti minta ganti baju dan seterusnya. aku perbolehkan Emak mandiin Mbak Sri, ngasih makan, ganti baju asal satu saja, jangan lepas ikatannya. Emak memandikan mbak sri lalu aku angkat dan aku taruh di bangku ruang tamu.

Aku ruqyah Mbak Sri untuk mengusir jinnya tapi jinnya nggak pergi-pergi juga. aku tidur. jinnya mulai berisik. aku tempelki mulutnya dengan isolasi. biar tidur. tapi lama-lama bisa lepas juga. aku sudah sediakan bantal dan sarung. di tengah malam terdengar suara gedebuk keras dan suara langkah. aku terus tidur. Mbak Sri nggak akan bisa pergi ke mana-mana karena sudah kuikat.

paginya Mbak Sri sudah pindah di bangku sebelah. aku bacakan ruqyah. Emak memandikan Mbak Sri lalu menaruhnya di kamar. aku berangkat kerja.

sorenya waktu aku pulang kerja, aku lihat Mbak Sri di kamar. dia ganti baju. talinya dilepas. ada tetangga yang membacakan tahlil. oh, emak sudah memilih melepas talinya ya? berarti aku sudah lepas tanggung jawab. aku tak perlu lagi mengurus dan merawat Mbak Sri. aku serahkan urusan Mbak Sri kepada emak. aku mau makan tapi gak ada nasi. aku beli bakso. aku lalu sholat. setelah itu aku beres-beres. aku ambil pakaianku di laundry. aku kembali ke kos-kosan. meninggalkan emak dan Mbak Sri.

urusanku sudah selesai. sisanya terserah Emak mau berbuat apa. Mbak Sri belum sembuh. jinnya masih bersarang di tubuhnya, tapi aku tak mau mengurusnya lagi. aku tak bisa. jadi aku kembali ke kehidupanku di kos-kosan seperti sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar