Sabtu, 13 Juni 2020

mengejar sesuatu yang penting




sekarang aku sudah jauh dari masa SMA. aku sudah masuk usia dewasa. aku sudah bekerja. bahkan teman-teman SMA-ku bisa dibilang semuanya sudah menikah dan sebagian sudah punya anak. mereka sudah menjadi suami dan ayah sedangkan aku hanya seorang laki-laki yang hidup sendirian.



tak ada gunanya menyesali diri. menyesali diri hanya akan menyakiti diri sendiri dan takkan membawaku ke manapun. yang bisa kulakukan sekarang hanya membangun pondasi. memastikan di mana posisiku saat ini, menentukan tujuan ke mana aku akan melangkah. setelah itu menyusun rencana dan langkah menuju ke sana. aku sedang dalam perjalanan menuju ke sana.
aku belum menikah dan punya anak karena aku memang memilih belum mau ke sana. saat ini ada hal lain yang ingin dan harus aku kejar. aku sedang mencari kebenaran dunia, pandangan hidup yang akan menjadi pandangan tentang kehidupan, alam semesta, manusia dan dunia. kemudian aku akan mencari pedoman hidup. aku juga sedang berusaha mencari dan mengisi makna hidup. menurutku itulah yang terpenting. harta dunia, kedudukan, jabatan, status sosial, keluarga, masyarakat itu belakangan. mereka hanya kemasan luar kehidupan. bukan intinya.
bukan berarti semua itu tidak penting. aku hanya berusaha mencari inti kehidupan terlebih dahulu baru mencari keluar, ke bagian luarnya. inti dulu baru kulit. karena aku yakin kebangkitan sejati dimulai dari dalam, bukan dari luar. kebangkitan dari luar hanya kulit yang tidak menyentuh inti, pangkal atau dasar hidup seseorang. kebangkitan dan perubahan semacam itu hanya sementara, lemah dan akan rusak oleh perubahan dari luar. jadi yang paling kuat adalah kebangkitan dari dalam. itulah yang aku tuju. itulah yang aku cari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar