Sabtu, 27 Juni 2020

menulis ulang tulisan



beberapa hari yang lalu aku membaca tulisan tentang plagiarisme atau yang sering dikenal dengan plagiat. plagiat menurut KBBI adalah mengambil karangan orang lain baik berupa pendapat dan sebagainya dan menjadikannya sebagai milik sendiri. misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama diri sendiri. plagiat atau plagiarisme dalam bahasa umum juga bisa disebut dengan menjiplak.


dari wikipedia, plagiat/ plagiarisme pada dasarnya adalah mengakui atau mengklaim karya orang lain sebagai karya milik sendiri. karya orang lain bisa berupa tulisan, gagasan, temuan, karya kelompok dan sebagainya. plagiarisme juga mencakup menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda atau meringkas/ mengutip secara tidak langsung tanpa menyebutkan sumbernya. selain itu plagiarisme juga bisa dengan cara meringkas atau mengutip tidak langsung, tetap rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya. dalam penulisan kutipan, plagiarisme dilakukan dengan cara: 1). menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain. 2). mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya.

dikecualikan dari plagiarisme yaitu:

1. mengutip informasi/ pengetahuan umum.

2). menuliskan kembali opini orang lain dengan menyebutkan sumbernya secara jelas dengan mengubah susunan kalimat dan parafrasenya.

3). mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

kata seorang temanku, teks plagiat tidak akan lulus adsense. aku memang tidak mengincar google ads. blogku tujuannya bukan adsense atau bisnis. blogku tujuannya hanya diary online, curhat pribadi. jadi aku nggak peduli dengan adsense.

tapi yang jadi pikiranku adalah sanksi pidananya. katanya kalau melakukan plagiat bisa kena hukuman penjara atau denda puluhan hingga ratusan juta. belum lagi sanksi internasional dan jatuhnya reputasi. nanti orang-orang jadi tidak percaya dengan tulisan dan ide-ideku. jangan-jangan nanti dianggap plagiat dan tidak orisinil. bahaya mah tuh.

aku sebelumnya pernah copy paste teks dari internet lalu aku posting di blogku. alasannya biar lebih mudah. aku tidak punya pengetahuan yang banyak tentang topik tertentu. aku jadi tidak tahu cara menyampaikannya dengan bagus, benar, tepat dan indah. aku keburu ingin menyimpan dan mempostingnya. jadi aku copy dan paste di salah satu blogku.

aku pernah mencoba menulis suatu topik dengan cara penyampaikanku sendiri. aku ingin mencoba menyampaikan suatu ide, informasi atau opini dengan caraku sendiri, tapi aku lihat hasil tulisanku lebih buruk daripada orang lain saat dibandingkan. jadi aku lebih baik memposting tulisan orang lain daripada tulisanku. bukankah dengan begitu lebih baik? pembaca akan lebih mudah dengan cara mereka daripada dengan caraku.

meskipun begitu, kadang ada saat-saat tertentu di mana aku merasa lebih baik menulis dan menyampaikan sesuatu dengan caraku sendiri. saat itu yaitu saat aku menguji sejauh mana pengetahuan dan pemahaman yang kumiliki. misalnya begini: aku mempelajari suatu bidang ilmu pengetahuan. setelah mempelajarinya aku harus menguji diriku sendiri apakah aku benar-benar sudah memahaminya atau belum. kalau sudah aku boleh menyampaikannya ke orang lain. sedangkan kalau belum paham, belum boleh. takutnya nanti jadi salah paham, terus menyesatkan diriku dan orang lain.

paham artinya adalah mampu mengaitkan informasi sebelumnya atau pengetahuan yang dimiliki dengan kenyataan. artinya bisa memahami kenyataan dengan pengetahuan yang dimiliki dan bisa menerapkan/ mempraktekkan pengetahuan yang dimiliki dalam kenyataan. salah satu caranya adalah menyampaikan dengan caraku sendiri. bisa mempraktekkan dan menerangkan dengan bahasaku sendiri.

oleh karena itu aku berusaha membuat artikel atau tulisan pemikiranku sendiri. untuk itu aku harus banyak mencari informasi untuk mendukung tulisanku. aku harus membaca banyak buku. aku harus memahaminya, lalu menulis ulang di kertas atau buku catatan, lalu aku posting di blog supaya dibaca guru, teman-temanku dan orang lain. biarkan mereka yang mengoreksinya. kalau benar aku lulus, sedangkan kalau salah, aku harus menulis ulang dan memperbaikinya

sebenarnya kalau mau bisa saja aku menulis ulang persis di buku. misalnya mengetik di blog persis buku. atau copy paste. buku itu ada ebooknya. tapi nanti mereka akan tahu kalau aku hanya copy paste. itu menjiplak. kalau pun mereka tidak tahu, hatiku tahu dan Tuhan pasti tahu. Tuhan maha melihat. nanti Tuhan akan menghakimiku kalau aku bertindak curang. hatiku juga tidak tenang kalau aku melakukan sesuatu yang aku sendiri tahu itu salah. jadi curang itu bukan jalan hidupku.

aku jadi harus menulis ulang informasi-informasi yang kudapat dari buku-buku, internet dan ceramah orang di internet. aku harus menghancurkan mereka sampai ke kata-katanya. aku harus mencari ide pokok setiap paragrafnya sampai ke intinya. aku harus memahami intinya, awalnya, tengahnya, akhirnya. alasan, tujuan, prosesnya. mana ide pokok, mana ide penjelas. mana kalimat topik, mana kalimat pendukung. pertama intinya dulu dari awal sampai akhir baru pendukungnya. tentang susunannya itu terserah aku. biar aku yang menyusunnya sesuai hatiku. bagaimana cara menyampaikan yang menurut akal dan hatiku benar, baik, tepat dan indah itu terserah aku. dibolak-balik bagaimanapun juga asal inti dan caranya benar menurutku itu sudah benar. jadi aku bisa menulis ulang tulisan menjadi seperti yang kumau. kalau aku bisa melakukannya, maka aku bisa bilang kalau aku sudah paham. kalau nggak, maka aku belum paham.

itu menurutku. bagaimana menurut kalian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar